Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Bagi Kania, ini adalah retakan pertama pada benteng lukanya—sebuah harapan kecil yang mulai tumbuh. Sore menjelang. Matahari mulai terbenam di luar jendela Kania, memancarkan warna oranye lembut. Kania menatap chat terakhir Arsa. Arsa: Begini. Aku tidak suka berbicara lewat tembok. Aku tidak suka sembunyi. Bagaimana kalau kita ubah musik ini jadi pertemuan sungguhan? Secangkir kopi di kafe dekat taman. Tempat yang tenang, dengan musik yang tak kalah bagus. Aku ingin melihat siapa yang berani menggedor pintuku.
10945 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Malam Yang Tertukar

Malam Yang Tertukar

Aku tak boleh memiliki pemikiran aneh-aneh lainnya lagi. Jadi, aku pun menundukkan kepala untuk mendaratkan sebuah kecupan di kening Linda, lalu berkata dengan lembut, “Ayo bangun, jangan sampai kakakmu dan Jonny mendesak kita nanti.” Mendengar itu, Linda langsung mengangguk patuh, lalu mulai memakai pakaiannya tepat di hadapanku. Melihat jejak kemerahan di sekujur tubuhnya, aku bisa membayangkan betapa liarnya permainan mereka berdua tadi malam. Sayang sekali… kami malah tertukar.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Misteri Masalembo : Crash Landing

Misteri Masalembo : Crash Landing

, dihembuskannya dengan sekali sentakan. Lega kemudian dia rasakan. Mona membuka kedua bola matanya. Jam tangan digital yang melingkar di pergelangan tangannya dia lirik. Di sana tertulis pukul 00.00. Menit dan detik tertulis sama 00.00. Tanggal saat itu juga tertulis tanggal 0.0. Bulan dan tahunnya juga sama tertulis 00.00. “Kok aneh ya...?” Mata Mona menyipit.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Derrick: Pendekar Naga Langit

Derrick: Pendekar Naga Langit

Bola kristal itu bergetar, lalu menunjukkan 8 lingkaran berwarna emas yang menandakan Zero sudah ranah langit menengah, lalu terlihat setengah lingkaran yang muncul sangat lambat yang menandakan Zero setengah langkah memasuki ranah langit puncak. Semua orang terkesima dengan Zero, mereka menganggap Zero adalah jenius sejati klan Ran untuk era sekarang. Bahkan para tetua keluarga juga sependapat dengan semua orang, disisi lain jenderal muda Lao Aidan hanya tersenyum kecil melihat lingkaran tenaga dalam Zero. Selain terkesima dan terkejut dengan kejeniusan Zero, mereka juga dikejutkan dengan lingkaran tenaga dalam Zero yang berwarna emas, padahal umumnya lingkaran tenaga dalam berwarna putih.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lirik zero o clock
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Pebri Yarman Toni
Novelnya bagus, tapi klw boleh saran narasinya jangan terlalu kaku, percakapannya tolong dibuat semenarik mungkin karena aku baca kebanyakan percakapan antara karakter terlalu kaku dan seakan dipaksakan
RajaFantasi
waduh, saya baca baca komentar pembaca, aku menarik kesimpulan kebanyakan pembaca gak sreg kalau ada teknologi dan cerita detail, tapi gimana ya sudah terlanjur. mungkin di chapter selanjutnya aku usahakan kurangin teknologinya dan juga aku usahain gak berbelit-belit buat narasinya. Semangat...
Baca Semua Ulasan
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Tubuhku gemetar, dadaku naik turun dengan napas yang tidak teratur. Chronarkis masih berdiri di depanku, tatapannya penuh dengan kebijaksanaan dan kesedihan yang telah ia pikul selama ribuan tahun. “Perang besar tidak bisa dihindari,” lanjutnya dengan suara berat. “Dan makhluk itu, Ordo Zeros tidak lebih tepatnya Nihil, ingin menjadi pemicunya. Walau dia tidak dalam bentuk sempurnanya sepertinya ia dapat memanipulasi orang-orang dengan memberikannya berkah peran.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

Setiap langkahnya menarik perhatian para pria di ruangan itu, namun hanya satu orang yang ia tuju. "Tuan Zero," sapa Lia dengan suara yang disetel pada frekuensi paling menggoda. "Aku dengar Anda adalah pemilik kunci untuk banyak pintu tertutup di kota ini." Zero berbalik. Wajahnya tampan namun kaku, seperti porselen yang retak. Saat matanya bertemu dengan mata Lia, sebuah dengungan keras terdengar di saraf Lia. Sync Error. "Subject L-01," suara Zero berat dan tanpa emosi. "Arlan merindukanmu. Tapi dia tidak bilang kau akan menjadi jauh lebih... provokatif secara fisik."
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Hanya Kau Milikku

Hanya Kau Milikku

Ia lebih memilih mendengar lagu Zimbabwe ketimbang suara Hendri. "Permintaan murahan tapi aku suka. hahaha," Tawa iblis keluar dari pria bernama Hendri. Untung saja Tina memasang headset di telinganya. Hanya Alia yang mendengar tawa gila yang sama sekali tidak enak di dengar. "Alia," Hendri menyelipkan rambut Alia pada telinganya. Wajah tampan Hendri terlihat begitu jelas di pandangan mata polosnya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Mira terusik dengan suara dengkuran seseorang. Badannya juga terasa pegal karena duduk terlalu lama tertidur di dalam mobil. Perlahan Mira membuka matanya mencari arah suara dengkuran seorang pria. Mira tersadar bahwa dia sedang bersama seorang pria bernama Ferdian. Sayup-sayup terdengar suara deburan ombak dihadapannya, ia tak bisa melihat dengan jelas karena masih gelap. Mira melihat angka yang tertera didalam jam digital di mobil itu. Waktu masih menunjukkan pukul tiga dini hari.
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Dia Kehilangan Segalanya

Dia Kehilangan Segalanya

Dengan tangan gemetar, dia seperti ingin memelukku. Namun, karena terlalu takut dan gemetar, tubuhnya lemas tak bertenaga, bahkan tak sanggup mengangkat tangan sedikitpun. Aku menatapnya dan tiba-tiba tertawa dingin. “Timo, semua orang ada di sini, jadi hentikan saja sandiwaramu!” “Anak dalam kandunganku sudah gugur dan harusnya kamu orang yang paling senang!”
31.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Terhebat

Pendekar Pedang Terhebat

Terutama ketika ia mengingat wajah imut Nana dan wajah cantik Vivi. Vivi dan Nino, melihat Zero terluka, berteriak kepadanya, "Zero! Kamu harus bangkit! Kita masih bisa melawan!" Lalu mereka mencoba untuk mendekat dan membantunya, akan tetapi serangan berikutnya dari Kim Lun Luo memaksa mereka untuk menjauh. Zero, dengan suara yang lemah namun penuh tekad, berbisik pada dirinya sendiri, "Aku tidak bisa menyerah... Aku harus bangkit... Aku harus melindungi mereka..."
934.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lirik zero o clock
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status