Ibuku Bukan Wanita Biasa
Dia menghela napas, memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening.
"Maaf..."
"Ada yang Anda pikirkan, Nona?" Paul bertanya.
Riana menggeleng, lantas tersenyum, "Apa yang kau temukan?" Wanita itu beralih pada Raiden.
Mata Paul memicing, senyum Riana tampak mencurigakan di matanya.
Raiden menyerahkan sebuah berkas dengan map merah.
"Timah, dan barut hitam," jawabnya.
"Peluru," Paul menimpali. "dia bukan orang biasa."