Duka Cita
“Cita, setelah ini, tolong ingat pesan saya benar-benar. Kalau ada sesuatu yang terjadi, apa pun itu. Satu yang harus kamu ingat baik-baik, BARANG BUKTI. Jangan menunda, jangan menunggu. Langsung ambil, langsung simpan dan langsung amankan.”
“Oke, Om. Makasih buat sarannya.” Andai Harry bisa bersikap seperti Lex, semua ini pasti akan lebih mudah dijalani oleh Cita dan sang mami.
“Sama-sama,” balas Lex. “Kamu masih belum kerja di Surabaya?”
“Belum, Om. Saya masih belum siap.”
“Kabari saya kalau sudah siap dan masih mau bergabung di Metro,” ucap Lex. “Saya bisa masukkan kamu di Metro Surabaya.”
Sikat na Kabanata