As You Wish
“Aku harus melupakannya, aku tidak boleh membuang waktu untuk mengenang atau merindukan orang yg sudah tiada. Yang harus kulakukan adalah mencintaimu, wanita yg mencintaiku sepenuh jiwa.”
Setetes air mata menetes mengalir di pipi mulus Ji Eun.
“Ah, kenapa aku menangis ?,” Gumam Ji Eun sambil menghapus air mata.
Hwan tertawa kecil dan mengeratkan pelukannya istrinya.
“Sekian dongeng pendek malam ini, selamat malam, saranghae,” Ujar Hwan seraya mengecup Ji Eun sekilas.
“Nado (aku juga),” Sahut Ji Eun.
Sikat na Kabanata