LOVE SICK
Tanpa ragu-ragu, Dinda mencium daun telinga Marko lalu berbisik lembut, "Aku suka aroma parfum kamu, Sayang."
Jantung Marko berdebar kencang, npaasnya mulai sesak. Ketika Dinda mendekatkan wajahnya hendak mencium Marko, Marko sempat menghindar untuk sekian detik.
"Kenapa, Yang?" tanya Dinda sambil menatap lekat ke dalam mata Marko.
"Nggak, nggak ada," tandas Marko berkilah, kemudian dia sendiri yang menarik Dinda lalu melumat bibir lembut milik si gadis cantik itu.
Hot Chapters