Suami Perkasa
Air matanya jatuh, meski bibirnya dipaksa menyebut kata “sah.”
Di luar sana, orang-orang bersorak gembira. Tapi di dalam hati Steve dan Sukma, hanya ada sunyi. Cinta mereka telah kalah—bukan karena berhenti ada, melainkan karena dunia terlalu kejam untuk membiarkannya hidup.
Dan malam itu, di pelaminan yang penuh bunga, Steve hanya bisa berbisik dalam hatinya:
“Maafkan aku, Sukma. Aku kalah. Tapi cintaku… tidak akan pernah mati.”