Bias Cinta
“Aku nggak ngerti. Ini benar-benar ujian buatmu atau … kamu sama Ranu emang nggak jodoh.”
Cinta membuang napas panjang. “Tapi … aku cuma mau mengingatkan, kalau undangan sudah disebar. Souvenir, tempat resepsi, kamar pengantin, dan semua persiapan sudah sembilan puluh sembilan persen. Kamu tinggal datang, duduk, ijab kabul. Selesai. Jadi, pikirkan lagi baik buruknya.”