Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Ia duduk di sofa ruang tamu, tatapannya kosong, tak bergerak sama sekali, seperti boneka tanpa jiwa.
Pak Harto menatapnya dengan rasa khawatir. Setelah lama ragu, ia akhirnya melangkah maju dan berkata pelan, "Tuan, Nyonya sangat mencintai anda. Sejak menikah dengan Anda, ia selalu bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan. Malam hari betapa pun larutnya anda pulang, ia selalu menunggu. Waktu Anda sakit, ia duduk menjaga di sisi ranjang Anda sepanjang malam."
Bab Populer