Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

ucap Andreas percaya diri. Lily melirik sinis pada laki-laki disampingnya. "Mata ku akan sakit kalau melihat mu " ucap nya sinis Andreas tersenyum lebar ketika mendengar ucapan gadis disampingnya. "Kau selalu manis saat marah seperti itu " ucap Andreas dengan senyum lalu mengerlingkan matanya pada gadis disampingnya. "Dasar laki-laki buaya, kau pikir aku akan termakan rayuan jadul seperti itu ?" Ungkap Lily dengan jijik pada Andreas.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as lu sicheng
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lu sicheng
Read
+Library
My Luna

My Luna

Namun hijau sendu yang pudar. Usapan jari Gamma turun hingga dagu Ghina. Dengan satu kali tarikan, wajah Ghina sudah berada di depan wajah Gamma. Ghina bisa melihat wajah Gamma dengan begitu jelas, bahkan embusan napas Gamma saja terasa di pipinya. Wangi segar seperti hutan yang tak terjamah manusia. Begitu segar hingga paru-parunya terasa sakit.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as lu sicheng
Read
+Library
Feng Ru Ai

Feng Ru Ai

gumam Yu Su ******* Ai melangkah pergi meninggalkan kedai tak peduli dengan rintihan kesakitan dari nona muda yang baru saja ia banting, atau tatapan banyak orang yang tertuju padanya. Ai menulikan telinganya, ia bahkan bersikap sangat tenang walaupun ada beberapa orang yang menhujatnya karena berperilaku dan berkelakuan tidak sopan dan bar bar. Tapi walaupun demikian, ada beberapa orang juga membela sikap Ai. Mereka bahkan mendukung apa yang baru saja Ai lakukan karena para nona muda yang menghadangnya, terutama nona muda Li Ming An yang merupakan nona muda bertubuh gemuk dari keluarga Li memang pantas mendapat kemalangan tersebut karena perilakunya yang menyinggung, mengancam, bahkan berni
912.0K viewsOngoingAdded to Library 324 Times as lu sicheng
Read
+Library
Kenikmatan dalam Luka

Kenikmatan dalam Luka

gumam Ariana sambil menyusuri deretan daftar nama julukan beserta simbolnya, yang ditampilkan sebagai nama dan simbol yang tidak boleh digunakan. "Ular," ulangnya pelan, setidaknya sampai menemukan apa yang dia cari. Silver Snake with Green Eyes. Nama itu tertulis dengan jelas, beserta gambar ular yang sesuai dengan nama. Ular perak melingkar dan nyaris memakan ekor sendiri, dilengkapi dengan mata hijau zamrud.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as lu sicheng
Read
+Library
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Waktu berlalu begitu cepat. Seperti biasa, di hari tahun baru ini, Luna pergi ke kuil pinggiran kota untuk mendoakan anak-anak di pantai asuhan. Udara awal musim semi di pegunungan masih membawa hawa sejuk. Luna merapatkan selendang wolnya, lalu berlutut di atas bantalan doa dan bersujud. Asap tipis dari dupa di tungku membubung mengitari patung, aroma cendana menenangkan hatinya.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as lu sicheng
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

“Saya buatin teh dulu ya, Nyonya. Biar pikiran anda agak tenang.” Begitu Sari keluar, Gita ngambil lagi liontin itu. Ia perhatikan ukirannya: ada simbol kecil di tengahnya, mirip lambang kerajaan, tapi dengan satu garis tambahan di bawah. Sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as lu sicheng
Read
+Library
Elena: Luka Terindah

Elena: Luka Terindah

Rafael menyulut cerutu baru, menarik napas panjang, lalu membiarkannya terbakar perlahan. “Elena Vetrova,” ia bergumam, suaranya nyaris tak terdengar. Pesta di bawah masih bergemuruh, tapi di kamar atas, Rafael De Luca berdiri sendirian. Cerutu di tangannya sudah hampir habis, asapnya mengepul seperti kabut tipis yang menyelimuti wajah murungnya. Ia berjalan pelan ke arah jendela besar, menatap pantai yang diterangi bulan. Ombak berkejaran, seolah mengejek pikirannya yang tak pernah tenang.
716 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as lu sicheng
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

“Ini… rumah yang ada papan perasaan itu?” Anggi tersenyum kecil. “Iya. Masuk saja.” Namanya Lio. Pindahan baru. Suaranya pelan seperti takut mengganggu udara. Ia duduk di ruang tengah, memandangi papan emosi yang kini hampir tak muat. “Aku nggak tahu harus nulis apa,” katanya. “Nggak harus langsung tahu,” jawab Anggi. Ia menulis satu kata saja.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lu sicheng
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status