Candu Dekapan Kakak Ipar
“Mas ini, bisa aja.”
“Saya juga sudah siapkan obat terbaik,” sambung Radja, jemarinya tanpa sadar menyentuh ujung selimut di dekat perut Djiwa. “Supaya jahitan kamu cepat kering, dan kamu tidak terlalu kesakitan.”
Djiwa mengangguk pelan. “Terima kasih, Mas,” bisiknya tulus.
Lalu, ada jeda. Tatapannya berubah sedikit lebih dalam.