Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Tales of Deer's Princess

The Tales of Deer's Princess

Hatinya sesak. Bulan purnama di atas sana masih bulat dan masih berwarna kuning. Bulan memang tidak sepenuhnya kuning, ia bahkan memiliki bercak-bercak hitam. Membuktikan bahwa bulan saja tidak bisa sepenuhnya bersih permukaannya, namun bulan tetap memancarkan cahaya seluruhnya. Rhea, mengapa kau tetap ingin melindungi manusia. Apakah sifat manusiawimu sudah keluar? Aku harap kamu baik-baik saja.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

"Selain itu, Danau Gurun ini praktis di gunakan ..." Thalassa juga mengangguk setuju lalu berjalan menuju Danau Gurun tersebut dan sedikit takjub ... Saat ini, bulan purnama bersinar terang di langit malam. Pantulan dan cahaya dari bulan purnama, tampak indah di atas luasnya Danau Gurun! Pemandangan ini terlihat begitu memukau hingga Thalassa tanpa sadar tersenyum tipis.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Kupinjam Wajah Istrimu (Dendam Istri dikhianati)

Kupinjam Wajah Istrimu (Dendam Istri dikhianati)

Matahari mulai bergerak berpindah. Cahaya mulai redup digantikan sinar rembulan yang syahdu. Terlihat malu-malu karena tertutup awan. Perlahan angin malam meniupnya, sedikit demi sedikit muncul juga sinar purnama yang indah menghiasi malam. Rupa sempurna tampak dari atas langit. Luna terdiam diatas balkon kamar. Ia berdiri di antara pagar besi pembatas lantai atas. Dengan meletakkan kedua tangan di atasnya setinggi dada.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Penuh harapan, hampir penuh kekaguman. “Mata Cassian,” jawab Leon bahkan sebelum aku bertanya. “Acaranya malam ini.” Aku berkedip. “Acara apa?” Dia mendekat, napasnya hangat di telingaku. “Setelah Purnama Bulan Perak, sebuah konstelasi muncul sejajar sempurna melalui lengkungan itu. Miro mendesain halaman untuk itu. Sekali setahun, konstelasi itu sejajar dengan tepat.”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Satenya telah habis dan tak satu tusuk pun disisakan untuknya. Purnama pergi ke dapur dan menggoreng sebuah telor untuk menu makan malamnya. Untunglah masih ada nasi tersisa di magic jar-nya. Di saat perut lapar apa pun terasa nikmat. Secentong nasi dengan satu ceplok telor amat disyukuri Purnama sebagai menu makan malamnya. "Ini buat belanja." Bintang menghampiri Purnama yang sedang makan sambil memberikan selembar uang berwarna merah padanya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Aku kembali pulang setelah memaksa mereka, satu anak pondok meminta izinku untuk mengantarkan pulang, "Ndak usah di antar, wong masih padang. (tidak usah, masih benderang ini)” Kulihat dari balik rimbun daun delima, bulan purnama bulat sempurna. Aku ingat sebuah dongeng yang pernah kudengar dari Mbah putri, bahwa air laut akan pasang bila ditarik purnama. Apalagi air dalam tubuh. Itu sebabnya pada zaman dahulu kala, meskipun setiap hari para raja bersenang-senang dengan para selir, khusus di malam bulan purnama, ia hanya akan bercumbu bersama permaisuri. Sebab saat bulan bulat penuh, saat itulah unsur tubuh, termasuk sperma, mencapai puncak primanya untuk menurunkan benih terbaik putera mahk
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Catching the moon (mengejar cinta Bulan)

Catching the moon (mengejar cinta Bulan)

Wulan yang bertanya-tanya tentang kecepatan Cakra berada di waktu yang tepat untuk menyelamatkannya dan Cakra yang mengagumi keindahan sepasang bola mata Wulan yang bundar laksana bulan purnama. Memegang pinggang ramping Wulan, Cakra tak menyangka betapa terasa pas ukuran tubuh kecil Wulan dalam dekapannya. Menyusuri wajah Wulan yang putih bersih dan halus membuat Cakra semakin mengagumi kecantikan alami gadis itu. Bibirnya yang ranum tanpa polesan membuat Cakra meneguk air liur ingin sekali menciumnya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Bik Ami terdiam, ia teringat malam Jum’at sehabis magrib, Mirna memberinya vitamin dan kue keju setelah itu ia sangat mengantuk, tidurnya lelap sekali, hingga ia tidak tahu Bulan berada di kamarnya dan menangis semalaman. Esok paginya Bulan bertengkar dan memarahi mamanya karena melakukan ritual pelet pangkanang. Pelet dari Kalimantan yang katanya dikenal ampuh untuk memikat laki-laki. Dia berulang kali meminta mamanya untuk tobat dan mencari uang halal tapi Mirna malah menampar gadis itu.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

"Lihatlah baik-baik. Dua bulan sabit, saling membelakangi, seolah berpisah arah selamanya. Tapi jika kau ikuti lekukannya perlahan, keduanya menyatu di tengah, membentuk satu bulan purnama kecil." Yue Chen mengambil liontin itu dengan hati-hati, menelusuri ukiran samar dengan ujung jarinya, merasakan tekstur perak yang telah dihaluskan oleh puluhan tahun genggaman penuh kecemasan. "Perpisahan bukan akhir," gumamnya pelan, memahami makna itu perlahan meresap. "Hanya fase gelap sebelum purnama."
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Raina tersenyum manis sampai matanya hanya terlihat segaris. Tian hanya mengangguk-agguk, ia berhenti melihat gadis itu, dan mengalihkan pandangan ke kanvas miliknya. Tian tidak sanggup melihat wajah Raina, karena baginya itu terlalu manis, ia juga merasa wajahnya sudah memerah sekarang, dan bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Setelah berpikir lama, Tian mulai melukis, ia memberi warna hitam pada dasar lukisannya, dan warna putih untuk guratan-guratan di atasnya. Tian mengartikan lukisan itu sebagai ‘kebingungan’, ia merasa bingung dengan suasana hatinya sekarang. Di satu sisi ia merasa senang dengan adanya Raina sebagai sahabat dan orang yang ia sukai, tetapi di sisi lain
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status