Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Jangan pikirkan aku. Kalau kalian ingin menyelamatkan anak kalian, temukan lingkaran darah itu sebelum purnama berikutnya.” Bayangan itu mulai bergerak, mendekat perlahan. Dengan langkah berat, Lila dan Bima lari keluar dari rumah, tapi suara jeritan terus mengikuti mereka. Di luar, bulan purnama terlihat lebih besar, memancarkan cahaya merah seperti darah. Di kejauhan, mereka mendengar suara langkah yang mengikuti bukan satu, tapi banyak, seperti seluruh desa mengejar mereka.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

tanya Lestari memulai percakapan mereka di beranda istana salju itu. “Tidak ada apa-apa, saya hanya senang saja karena malam ini purnama muncul di langit.” tutur Peri Salju tersenyum sembari menunjuk bulan purnama yang malam itu tampak terang di langit. “Hemmm, jika hanya bulan purnama yang mulia maksudkan bukankah yang mulia Peri Salju sudah kerap melihatnya?” Lestari berusaha mencari tahu akan keceriaan junjungannya yang malam ini tampak berbeda sekali.
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Tabib Kesayangan Tuan Jenderal

Tabib Kesayangan Tuan Jenderal

Pak Tua berdiri dari kursinya lalu masuk ke dalam dan keluar lagi dengan sebuah gulungan di tangan. Dania menatap ke arah gulungan kertas dengan tatapan mata curiga, begitu juga Juan dan Butai, dua kakak Waning sangat penasaran dengan benda yang dibawa oleh Pak Tua. “Ini adalah lukisan wajah Dewi bulan, ramalan mengatakan Dewi bulan adalah titisan dari Dewi penyembuh. Sudah diramalkan dia akan datang menjelang seratus tahun semenjak kedatangannya sebelumnya.”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

“Coba kamu lihat itu, Jihan.” Bulan purnama yang ditunjuk Ika sedang penuh-penuhnya, bercahaya sebinar-binarnya. Dari posisi mereka duduk di bangku taman itu, posisi bulan tampak tepat di atas sebuah menara berkubah. Seakan-akan menara berkubah itu tengah menyangga bulan, sedang menyanjung, menyunting, mencium, dan mencumbu sang bulan yang malu dan bersemu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai lukisan bulan purnama
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
PURA-PURA BAHAGIA

PURA-PURA BAHAGIA

Siang sudah berganti malam. Matahari sudah bertukar tugas dengan bulan untuk menerangi bumi. Ya. Walau tak seterang cahaya sang surya, bulan purnama tetap menggantung indah di langit kelam. Cahayanya yang remang menelusup masuk ke dalam kamar yang Hani tempati. Sejak tadi wanita itu duduk termenung di sisi jendela yang terbuka. Menatap kosong ke luar.
9.844.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

gumam Ronald. Sementara itu di ruang bawah tanah, Chandra kembali tersadar setelah beristirahat sejenak. Dia kembali mengamati gambar meridian, tapi tidak menemukan apa pun yang berbeda. Akhirnya dia mengalihkan perhatiannya ke Lukisan Gunung Merabu. Pemandangan di lukisan itu sangat sederhana. Hanya ada gunung, setangkai bunga, dan sebuah gubuk kayu, serta bulan yang menggantung di langit. Gunung tersebut terus membentang jauh seolah tidak ada ujungnya. Gubuk kayu terletak di kaki gunung dan terlukis dengan sangat jelas. Meski sudah berlalu ribuan tahun, kualitas gambarnya masih sangat jernih, bahkan bisa terlihat tekstur kayu yang cukup mendetail. Lokasi bunganya sedikit aneh. Dia berada d
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67.2K kali sebagai lukisan bulan purnama
Tampilkan Ulasan (252)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Jack
coba yg baca nya udah jauh minta bocoran sebelum sy terlanjur kecewa di tengah2,soalnya jengkeli sm cerita yg isi ny berulang2 (penghinaan), seperti yg berjudul MENANTU PAHLAWAN NEGARA yg tidak saya lanjut baca karena jengkel.padahal baca nya selalu nunggu update saking jauh nya cerita yg dibaca
Baca Semua Ulasan
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Ia menggulungnya melewati lutut Liying, lalu terus naik, menyibak batas kesopanan yang seharusnya dijaga. ​Bulan purnama yang menggantung di langit malam seolah sengaja menyorotkan cahaya peraknya paling terang ke sudut taman itu, membiarkan Renshu melihat dengan sangat jelas mahakarya sekaligus dosa yang baru saja ia ciptakan beberapa jam yang lalu.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

"Kau sendiri juga sudah perjaka tua, Rusha. Yah, walau memang tidak ada kata tua untuk makhluk yang hidupnya mencapai ribuan tahun." Rai kembali menatap indahnya malam, bulan purnama yang bulat sempurna memancarkan cahaya bagi seluruh penjuru dunia yang sedang berada pada waktu malam hari. Menurut Rai, bulan purnama itu tidak seindah kelihatannya. Karen banyak kekacauan yang terjadi pada saat bulan purnama.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dewa Iblis Asura

Pembalasan Sang Dewa Iblis Asura

“Saya sudah memastikannya guru. Bulan purnama dua minggu lalu menerangi area itu seperti lampu sorot, menandakan ada Pasir Bulan yang menyerap cahaya bulan purnama!.. Hanya tinggal menunggu besok malam sampai bulan sepenuhnya tidak bercahaya, Pasir Bulan akan menampakkan diri sebagai pengganti cahaya bulan. Dengan begitu kita dapat mengambil semuanya.” Pria dewasa bernama Jiu Lu itu menangkupkan tangannya. Pasir Bulan merupakan harta yang langka, memiliki sangat banyak kegunaan. Pasir Bulan ini terbentuk dari endapan pasir di dalam tanah yang dapat menyerap cahaya bulan di setiap purnama.
9.123.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Emma membentangkan selembar kertas lukis baru, tetapi untuk pertama kalinya tidak tahu harus melukis apa. Gunung, sungai, bunga, manusia .... Semua tema yang familier melintas di pikirannya, lalu menghilang. Dia menatap lama. Kemudian, dengan sangat perlahan dan mantap, di tengah kertas, dia menggambar sebuah bulan purnama. Tepinya jelas, dingin, bersih. Tanpa awan, tanpa bintang, hanya bulan itu. Setelah goresan terakhir, dia meletakkan kuas. Cat belum kering, memantulkan kilau lembap di bawah cahaya bulan.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai lukisan bulan purnama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status