DIJODOHKAN MAMA
“InsyaAllah, Ma. Ziva juga senang sekali bisa ke sini, rasanya hangat… kayak rumah sendiri.”
"Oh iya, Mama lagi di dalam ya. Aku titip salam"
"Iya nanti di sampein"
Indri menatapnya haru, lalu menggenggam tangan Ziva erat. “Kamu jangan sungkan sama Mama. Rumah tangga pasti ada naik-turunnya, kalau lagi berat jangan dipendam sendiri, ya.”
Senyum Ziva menipis, tapi ia tetap mengangguk. “Iya, Ma. Terima kasih… sudah perhatian sama Ziva.”
Hot Chapters