Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mandul

Mandul

Deg. "A-aku a-aku mau mandi dulu!" Riri segera melesat masuk ke kamar mandi. Rasanya wajahnya kini merona. Wanita itu bahkan menutup daun pintu dengan keras. Di balik pintu, Riri membatin. Arnold, sebenarnya kau siapa?
105.0K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as mado
Read
+Library
Mate

Mate

“Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.” Icha memberikan ponsel itu pada Mama Mas Wira. Icha kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya. Aku sendiri sudah menghabiskan makananku. “Ma, Leya nggak bisa pulang liburan akhir tahun ini. Salam untuk calon adik iparnya Leya ya. Bilangin ke Wira jangan terlalu dingin ke Fita.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as mado
Read
+Library
MADU Titipan

MADU Titipan

Mas Rendi bergegas menghampiri tamu tersebut. "Ah ... Mas Rido? Masuk!" Mas Rendi mempersilakan orang asing itu masuk. Kakakku menyebut pria asing itu dengan nama Rido. Kulihat wajahnya memang tampan. Seperti Mas Kamal, dia juga berjanggut dan berkumis tipis. Ia memakai kemeja putih, dengan jas menggantung di lengannya. "Apa dia seorang Bos?" pikirku.
8.77.1K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as mado
Read
+Library
Eleanor
Read
+Library
JandA

JandA

Ucap Melda lirih. "Saya orang yang perhitungan, Nona Melda! Saya tak mau perusahaan ini mengeluarkan uang percuma hanya untuk menggaji atasan yang tak becus dan pandai mengurus karyawannya! APA KALIAN SEMUA DENGAR ITU! AKU, ALINE ANDERSON, PEMILIK SEKALIGUS PEMIMPIN ALINE PUBLISHING AKAN SEGERA MEROMBAK SEMUA KEPALA DEPARTEMEN YANG ADA DI PERUSAHAAN INI!"
105.1K viewsOn holdAdded to Library 157 Times as mado
Read
+Library
Four Moons

Four Moons

Bu Sinta mengalihkan pandangannya ke arah ibu-ibu di sampingnya, dan menatapnya heran, bu Sinta membatin, Bagaimana bisa wanita di depannya ini mengetahui kalau dirikulah yang akan mendaftar di sanggar ini, dan bukanlah orang lain? “Saya sudah sering mendapat tatapan seperti itu dari banyak orang, mereka semua sama seperti Anda,” canda ibu-ibu itu. Lalu tidak lama kemudian, beliau kembali berkata, “Saya ibu Larni, pemilik sanggar ini.” Ibu itu memperkenalkan dirinya.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as mado
Read
+Library
Mendadak Kaya

Mendadak Kaya

"Aku tak tahu jika ada pesta di kota sebelah. Ibu dan kedua saudaraku pun tak pulang ke rumah sejak dua hari yang lalu, Nona." "Memangnya kau berasal dari keluarga mana, Valerie? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya." "Roland. Aku anak angkat keluarga Roland, Nona." "Baiklah, aku tak tahu jika Roland mengangkat anak lagi." "Um, apa aku boleh mengetahui namamu Nona?" Wanita itu tersenyum, "Maria, namaku Maria Carmed." Setelah itu wanita tersebut pergi dan melambaikan tangan kepada Valerie sebagai tanda perpisahan.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as mado
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

tanyanya ragu. Seketika Adrian mengingat pesan Mas Alsaki tentang kemarin. "Oh, Mbak, yang sudah kirim pesan ya? Namanya siapa, usia berapa, statusnya apa?" tanyanya tanpa jeda. Wanita yang sudah menyiapkan jawaban untuk semua pertanyaan itu menatap lekat pria di depannya. Dengan penuh percaya diri, ia menjawab, "Nama saya Andyra Arsha, usia sembilan belas mau mendekati dua puluh, status jomlo elit."
108.6K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as mado
Read
+Library
Maduku Sayang

Maduku Sayang

Aku mendekat karena menghormati tamu dan duduk di samping adik madu. Perempuan ini cantik sekali. Wajah dan postur tubuhnya terpahat sempurna. Kulit putih bersih bahkan mengalahkan Vidia. Aku kagum, entah darimana asalnya. Akan tetapi, semoga hati perempuan itu tidak seburuk Vidia. Aku tersenyum ketika dia memperkenalkan nama. Dia Venny dan aku– "Dia ini kakak maduku, Ven. Namanya Ardina." Vidia mendahuluiku memperkenalkan diri. Sudahlah, tidak mengapa selagi masih wajar.
9.926.8K viewsCompletedAdded to Library 885 Times as mado
Read
+Library
Obsesi Liar Mantan Bosku

Obsesi Liar Mantan Bosku

Madelo membuka helm full face yang ia kenakan lalu tersenyum menyapa Naomi. “Hai, Nao!” “Mas Delo? Kok Mas Delo kemari?” Naomi berjalan mendekati Madelo yang masuk ke teras rumahnya lalu tersenyum. penampilan Madelo memang sangat menarik. Dengan rambut separuh gondrong dan mengenakan jaket kulit, Madelo seperti bintang rock. “Aku bawa sarapan ini buat kamu, tapi ... itu ....” Naomi lalu menoleh ke belakang dan Cindy masih berdiri di depan pintu dengan kopernya.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as mado
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status