Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mahar Rahasia Tukang Kebun

Mahar Rahasia Tukang Kebun

Satu kesalahan kecil—seperti pengakuan bahwa pernikahan Arumi dan Darman adalah palsu—bisa dianggap sebagai upaya memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dan kembali menjerumuskan mereka ke dalam delik penipuan publik. Di ruang tengah, Pak Hendra memberikan pengarahan dengan wajah yang lebih serius dari biasanya. "Kita belum benar-benar aman," ujarnya sambil menunjukkan berita-berita di tabletnya. "Masyarakat sekarang menganggap Pak Darman sebagai pahlawan nasional. Dia adalah 'Si Miskin yang Jujur'. Jika kita tiba-tiba mengumumkan perceraian atau pembatalan pernikahan sekarang, publik akan merasa dikhianati. Dan yang lebih berbahaya, pengacara Setiawan akan menggunakan itu sebagai bukti
1.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as maha benar
Read
+Library
Mahar 50 Juta dari Si Petani

Mahar 50 Juta dari Si Petani

Tidak berotak dan sangat tidak pantas dilontarkan oleh manusia ke manusia yang lain. "Ah nanti juga kentara dari maharnya, kalau murah pasti udah buka segel. Udah biasa di kampung kita mah," kata Laela lagi. Dilsah hendak menyahut, tapi Emak Lamba dengan segera mengusap punggung calon menantunya dan berbisik. "Kamu marah adalah tujuan dia, Nduk. Jangan cemas, Akbar punya tabungan untuk mahar kamu nanti, dan Insya Allah sangat pantas. Emak bisa pastikan itu."
1021.7K viewsCompletedAdded to Library 693 Times as maha benar
Read
+Library
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

“Maksudmu, Mah?” “Aduh.. siapa sih yang nggak iri sama Non? Udah cantik, pinter, orang tua masih engkap.” Getir Halimah tersenyum. “Apalagi kalau dibandingin sama saya. Bumi sama langit, Non. Hahaha…”
6.1K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as maha benar
Read
+Library
MAAF

MAAF

Selembut JENANG Semanis GULA I love you, Pembacaku sayang .... ***
103.4K viewsOn holdAdded to Library 108 Times as maha benar
Read
+Library
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

“Kalian harus bicara yang jelas dan tak perlu gugup. Tidak ada yang perlu ditakuti karena kalian tidak salah. Kalian hanya memberikan fakta. Jangan terpancing emosi dan jangan terprovokasi atau takut.” “Dibayar berapa pun kalau kalian salah kalian tetap salah. Tapi kalau kalian benar kebenaran pasti akan terbukti,” jelas Nisha. “Baik Bu,” jawab para pekerja Nayaka. Mereka sudah diberitahu Nayaka siapa Nisha. Mereka yakin akan menang. ≈≈≈≈≈
10638 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as maha benar
Read
+Library
MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

cecar ibu dengan wajah marah. "Mama salah paham, aku ajak Mas Pandu buat program hamil biar keinginan mama untuk punya cucu bisa cepet terwujud, aku aja kaget Ma dengan hasil test laboratoriumnya, gak nyangka aja," jelasku dengan bibir bergetar menahan tangis. "Lalu apa tujuan kamu, kasih tau hasil test ini ke saya? Biar saya gak jadi kasih Pandu istri baru, kan?"
101.7K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as maha benar
Read
+Library
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Mbaaak!" #jangan lupa like dan komen
17.8K viewsOngoingAdded to Library 410 Times as maha benar
Read
+Library
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

katanya tanpa basa-basi. Melinda meletakkan cangkir tehnya di atas meja. "Minggu depan saya harus berangkat ke Malaysia. Menurut saya, semakin cepat semuanya diselesaikan, akan semakin baik." Pak Wibowo memandang wanita itu dengan sorot mata sendu. Sesaat kemudian, ia mengalihkan pandangannya kepada putrinya. "Ada apa, Pak? Bu?" tanya Kanaya bingung.
10182 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as maha benar
Read
+Library
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Saya mau menjalin hubungan serius dengan Lintang. Jadi, jangan per—” “Lintang nggak akan mau dengan laki-laki sepertimu.” Walaupun Maha begitu percaya diri dan memiliki banyak peluang, tapi Raga yakin pria itu bukanlah tipe seorang Lintang. Jika ingin membandingkan dengan Fajar yang tampak sederhana, Maha jelas tidak akan bisa menarik hati gadis itu. “Jangan mendahului Tuhan,” balas Maha telak, lalu tertawa meledek. Lantas, tawa Maha itu langsung berhenti saat melihat Lintang masuk ke dalam rumah dan duduk di dekat pintu.
9.8398.5K viewsCompletedAdded to Library 11.6K Times as maha benar
Read
+Library
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Dia tidak berteriak, tidak juga bernada tinggi, tetapi dua kata itu sanggup memotong sisa makian yang sudah berada di ujung lidah Renata. ​Renata tertegun sejenak, matanya membelalak tidak percaya. "Apa kamu bilang? Kamu mengusirku?! Di rumah anakku sendiri?!" Suara wanita tua itu melengking tinggi, nadanya bergetar hebat karena syok sekaligus murka yang luar biasa. Harga dirinya seolah dihempaskan ke lantai dan diinjak-injak oleh menantu yang selama ini selalu menunduk di hadapannya.
10105 viewsOngoingAdded to Library 2 Times as maha benar
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status