HADIAH MUKENA DARI IBU
“Ah, iya, ibu lupa kamu baru sarapan di terminal ya?”
Aku gegas bangkit dan membuka bekal. Satu rantang nasi dan lauk ayam serundeng, sengaja dibawa dari rumah untuk makan hari ini. Aku belum tahu akan dapat jatah makan berapa hari. Selain nasi, aku juga membawa sisa beras yang ada di rumah, sementara semua persediaan padi sudah ku jual kemarin setelah mas Harno pergi. Lumayan, setidaknya pergi kesini membawa uang saku.
Dinis makan dengan lahap, sementara Hasbi masih terlelap. Aku menatapnya dengan perasaan yang sangat iba. Tak terasa mata mengeluarkan air dan segera kuusap agar Dinis tidak melihat.
Hot Chapters