Hello, Mantan!
“Kamu kan punya maag. Jangan dibiasakan telat makan, dong. Sarapan itu penting buat kamu. Kalau maag kamu kambuh, terus gimana kamu bisa kerja, coba?”
Megantara mengerjap beberapa kali, tampak sedikit tertangkap basah. “Iya,” jawabnya akhirnya. “Besok-besok nggak lagi telat makan.”
“Iya, iya,” gumam Hagia sambil mendecak pelan. Perempuan itu bangkit dari duduknya, lalu berkata tanpa menatap Megantara, “Aku masih ada nasi goreng cabe ijo. Nggak pakai ikan teri, kok. Kamu alergi ikan asin. Jadi aman buat kamu. Mau nggak?”
Hot Chapters