Nafkah yang Keliru
]
[Kamu parah banget, jangan hemat-hemat banget kenapa?
[Hemat pangkal kaya.]
[Aku udah kaya.]
[Haha, tidur sana!]
[Aku mau bahagiakan kamu, tapi kamunya malah gini.]
[Aku tahu rasanya nyari uang diluar itu susah banget, capek dan butuh perjuangan. Kamu tahu ‘kan aku pernah jadi tukang cuci piring, lalu pelayan resto sampai akhirnya baby sitter Ruqa. Itu enggak mudah. Aku hanya berpikir dari pada menghabiskan uang hanya untuk acara satu malam. Kita masih bisa menggunakan uang itu untuk acara yang lain. Make upnya bagus kok, sebenarnya aku sudah lama mengincar MUA itu.]