Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pacar Pembantu

Pacar Pembantu

Mereka sekarang berada di taman belakang sekolah. "Lihatlah diriku, sebuah kata yang maknanya samar-samar dan membingungkan, kadangkala tak bermakna, kadangkala bermakna banyak hal," ujar Kaisar membuat perhatian Keyla mulai teralih ke arahnya. Gadis itu menatapnya. Kaisar tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan ucapannya.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Rahasia Ayah Anakku

Rahasia Ayah Anakku

Kania bertanya dengan raut wajah meledek suaminya. "Maksudku bukan keluar yang keluar dari tempatnya, maksudnya itu bahasa bayangan... gimana neranginnya ya? Repot kalau udah salah paham gini." Nia makin tertawa melihat wajah Nick yang berusaha serius menerangkan arti kata KELUAR! "Kalimat 'bukan keluar yang keluar' itu adalah kalimat pemantik, jadi kalau tadi belum keluar maka sekarang aku pastikan akan keluar, Sayang."
9.822.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

“Kau saja yang berpikiran tak baik!” “Ta-Tapi …” Kanteh mereguk ludah. “Bukankah barusan sudah cukup jelas apa yang dia katakan? Itu sama saja dengan ucapan seorang gadih mantiak. Iya, kan?” Tiga temannya sama membuang muka yang merah dan menahan tawa masing-masing. Gadih mantiak dalam bahasa Minang bermakna gadis genit atau centil. Akan halnya dengan si Mata Malaikat sendiri, dia menjadi begitu geram, merasa terhina dengan ucapan santai si Gadis Champa.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Karena kalimat basa-basi yang Keenan lontarkan bisa diartikan sebagai pujian atau pun sindiran. Melihat Aisha yang tampak kikuk dengan ekspresi rasa bersalah yang begitu jelas, Keenan langsung tertawa kecil, kemudian segera menegaskan. "Aisha, kamu biasa saja, dong. Jangan memasang wajah penuh rasa bersalah begitu. Aku nggak lagi menyindir kamu, kok. Aku cuma bercanda." Keenan menggeleng kecil dengan ekspresi tak berdaya.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Tapi tanpa batas, tak akan ada makna.” Frasa Asal tersenyum—kalau itu bisa disebut senyum. “Makna adalah penjara yang tak bisa kau runtuhkan. Sekali dunia ini kau isi, ia tak akan pernah kembali murni.” Mereka bertarung. Bukan dengan senjata, bukan pula dengan kekuatan fisik. Tapi dengan kalimat. Dengan narasi. Dengan kontradiksi dan konsistensi. Kai mencoba menyusun logika yang mengikat ruang, sementara Frasa Asal mencoba mencemarkan setiap konstruksi dengan ambiguitas.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

"Bukankah itu bagus ya? Jika seseorang melihat karya kita, lalu langsung mengerti konsepnya apa. Bukankah memang itu tujuan kita?" "Ya, memang itu tujuan kita membuat konsep, untuk dimengerti. Tetapi..., ya gini juga kali. Kadang, kamu harus menyembuyikan makna di balik karya. Untuk membuat orang penasaran, hingga mereka melihat karya kamu dengan lebih dalam, lebih detail. Dan ketika mereka mengerti, maka mereka bisa memahami maknanya lebih dalam." "Cat, menurutmu?" tanyaku pada satu orang lagi yang mendadak jadi pendiam sejak 2 minggu yang lalu.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Kakakku Pelakor

Mereka Bilang Kakakku Pelakor

kata Kia tegas. Pandangan mereka bertemu dan tak perlu kata untuk mereka saling mengerti satu sama lain, mereka memikirkan orang yang sama yang kemungkinan mengalami ini semua. "Ki, kita dan mbak Nina berbeda posisi." "Benar, kita memang berbeda tapi kemungkinan mendapat perlakuan yang sama, satu hal yang wajar memang," kata Kia dengan pandangan menerawang jauh, dia sama sekali tidak mengerti dengan pilihan mbak Nina, dan dia semakin yakin ini bukan hanya soal cinta semata.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

Bagaskoro pun demikian, ia menjadi berpikir lebih keras terhadap ucapan Bajulgeni barusan. "Begini nak, seingatku, Guru Suleiman selalu mengaitkan setiap kata kiasan alam dengan makna sosial dan kata kiasan sosial dengan makna alam. Jadi, satu makna dalam sebuah syair bisa jadi sama dengan makna dalam syair lain sekalipun konteksnya berbeda namun tetap punya arti sama," ucap Master Li Mo mencoba menjelaskan. "Maaf master, sejujurnya saya masih bingung," jawab Bajulgeni. "Bagaimana caraku menjelaskannya ya, Bagaskoro, apakah kamu paham nak?" tanya Master Li Mo memastikan. "Maaf master, saya juga tidak paham," jawab Bagaskoro. "Baiklah begini saja, kali. tunggu di sini sebentar. Aku akan menco
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

“Iya, tapi hajarnya perempuan kan bukan pakai otot, tapi pakai mulut. Hahaha...” Ucap Kiara sambil tertawa. Tawa wanita itu membuat Aisyah ikut tertawa juga. “Iya sih bener juga, kamu bilangin apa sama mereka kalau lagi berantem gitu?” Aisyah mulai tertarik dengan cerita kebar-baran Kiara. “Aku suruh aja perempuan itu jadi call girl, ngapain kuliah kalau hanya jadi ayam kampus murahan!” Ungkap Kiara tak ada yang di tutupi.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
BILLIONAIRE LOVE STORY

BILLIONAIRE LOVE STORY

ujar salah seorang sahabat Kia sambil mencuri pandang pada Gerry yang sejak tadi hanya sibuk dengan gadgetnya. “Pendiem apaan, aslinya gak mau diem,” jawab Kia dengan tatapan mengejek, karena tahu Gerry pasti tak akan mengerti apa yang sedang mereka bahas. “Sekarang aja ada kalian, malu dia. Tapi pas nanti kalian pergi, malu-maluin deh tingkahnya.” Mereka yang salah mengartikan ucapan Kia, langsung tersenyum dengan pikiran yang berhasil mencemari otak mereka.
1066.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai makna kiasan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status