Di Ujung Senja
Arra tersenyum kecut, ia menyeka air matanya.
“Apa maksudmu, Ra?” suara Edo meninggi, air matanya banjir, sendiri-sendiri dulu? Apa maksud Arra?
“Kau pasti mengerti, aku sudah lelah kalau harus terus over thinking, harus terus digerus perasaan tidak enak di hati, aku lelah kita harus bertengkar seperti ini terus, jujur aku lelah banget!” Arra kembali membiarkan air matanya menitik. Isaknya hampir terdengar, tetapi ia berusaha menekan isaknya sekuat tenaga.