Ketika Istriku Minta Talak
Aku merabanya perlahan.
“Maaf,” bisiknya lembut.
Aku tak menjawab. Malu, bahagia, melayang, ingin merasakan lagi, perasaan itulah yang mengaduk kini. Kutundukkan wajah ini, aku tak bearani menatapnya. Malu, ya, aku sangat malu.
“Kamu marah? Aku telah lancang,” pintanya begitu memelas.
Kuberanikan mengangkat wajah, menatap matanya sekilas, lalu menunduk lagi.