SETELAH TALAK TIGA
ucapku selembut mungkin, kedua tanganku bergerak menyentuh bahunya, tapi tanpa kuduga dia malah menepis kasar, tatapannya tetap menyalang padaku.
"Nggak usah pura-pura kamu, Mas! Aku sadap WA kamu, semua sudah jelas! Aku tau kamu minta balikan sama mantan istri kamu, kalian sering ketemu 'kan di kantor Abimana? Sialan kamu Mas!" serunya memukul dadaku, kutangkap kedua tangannya.
"Itu nggak bener, Kiara," Aku tetap kekeuh menyanggah tuduhannya. Kiara tersenyum getir, dia melotot, menudingku dengan telunjuk mengacung di depan wajah ini.
Hot Chapters