Pesona sang MANTAN
Burung-burung yang bertengger di kabel listrik depan apartemen ikut bersahut-sahutan, seolah ikut menyambut pagi hangat dua manusia yang sedang jatuh cinta pada rutinitas sederhana mereka sendiri.
“Makanya jawab dong,” kata Jati sambil mengaduk kopinya lagi. “Kamu pengen apa? Aku bakal turuti semuanya.”
Senara menatap Jati, kali ini dengan ekspresi ragu. “Semuanya?” tanyanya pelan, alisnya sedikit naik.
“Ya,” jawab Jati cepat, lalu menatapnya dalam. “Semuanya, asal masih bisa dibeli dengan uang, bukan air mata.”
Bab Populer