Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Mungkin itu bedanya kita sama lo. Lo buang semua rasa takut lo, sampai lo cuma jadi cangkang kosong. Tapi kita? Kita masih manusia.” Ilham menambahkan dengan nada sinis khasnya, meski wajahnya masih pucat: “Dan manusia itu kuat justru karena bisa nerima dirinya sendiri. Bahkan yang paling busuk sekalipun.” Kilau cahaya di tubuh mereka semakin jelas, membentuk pola lingkaran di lantai sarang. Lingkaran itu bukan hanya segel pelindung, tapi juga jembatan antara mereka dengan diri terdalam mereka.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
OBSESI sang Berondong HYPER

OBSESI sang Berondong HYPER

gumam Surya perlahan, “…aku terus berusaha memahami apa yang membuat manusia menjadi dirinya sendiri.” Tatapannya menyapu sekeliling ruangan, pada deretan layar, kabel, dan mesin-mesin besar yang mengelilingi ruang inti. “Awalnya aku mengira ingatan adalah jawabannya. Ternyata salah. Lalu aku menduga itu karena pengalaman dan trauma. Ternyata itu pun salah.” Ia mengembuskan napas panjang, terasa sangat lelah. “Hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik—kemauan untuk tetap menjadi diri sendiri, apa pun yang menimpa.”
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Kamu menjadi kuat dengan kemampuan kamu sendiri. Dengan diri kamu sendiri. Jangan berharap dari orang lain. Orang lain nggak bisa bikin kamu bahagia. Kamu sendiri yang bisa bikin hidup kamu bahagia.” “Aku pikir manusia diciptakan berpasangan untuk saling menguatkan. Dan stop jadi Nick Vujicic. Aku nggak butuh motivator. Aku butuh kamu.” “I have to go, Manggala. Let me go.” “I won’t. Dari awal aku nggak mau kamu pergi. Apalagi kamu kabur begini.” Lama mereka beradu mata dengan tatapan memaksa, memohon, dan bersikeras.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Menikah Setelah Kuat Berdiri Sendiri

Menikah Setelah Kuat Berdiri Sendiri

Ia menatap bintang-bintang di langit sambil memikirkan banyak hal, mulai dari tugas kuliah, rutinitas di toko, hingga komentar teman-temannya tentang hubungan. Melihat teman-temannya yang bisa berbagi cerita dengan pasangan membuat Damira sesekali merenung. “Apa aku terlalu keras pada diriku sendiri?” pikirnya sejenak. Namun, ia segera menggelengkan kepala. Ia tahu, keputusan untuk fokus pada diri sendiri adalah langkah yang tepat. “Aku masih punya banyak hal yang ingin kucapai. Aku nggak bisa teralihkan sekarang,” katanya pada dirinya sendiri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
It's Ours

It's Ours

"Di saat lo pikir lo butuh waktu untuk menyendiri. Yang lo butuhkan adalah seseorang yang bisa mendengarkan lo tanpa menilai diri lo, walau seburuk apapun itu." - Anthony Azad, It's Ours 🎀
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Dan memilih sendiri bukan berarti belum move on dari masa lalu melainkan hanya memberikan waktu agar bisa lebih mencintai diri sendiri, sebab pada dasarnya manusia tidak bisa mencintai orang lain jika ia belum mencintai dirinya sendiri. "Woi, melamun kamu ya." Di kejutkan pada saat lagi melamun membuat jantung Randi seolah mau copot, sontak ia langsung mengucap sangking terkejutnya. "Tuh kan melamun, bilangin aku sering melamun tau-tau kamu sendiri juga melamun," ucap Risa. Ia langsung duduk di sebelah Randi, wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Randi sehingga membuat Randi salah tingkah.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Sebuah teknik rahasia yang ia ciptakan sendiri. “Kau tahu, siapa musuh terbesar dalam kehidupan manusia?” tanya Babru kepada Soma. Soma menggeleng. Masih sibuk mengunyah makanan. “Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.” Sekejap, Soma menghentikan kunyahannya. Sedikit mengangkat kepala. “Dirinya sendiri?”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Kendalikan Dirimu, Tuan Mantan!

Kendalikan Dirimu, Tuan Mantan!

“Aku harus berdiri di atas kakiku sendiri, Will. Aku ingin menciptakan sesuatu tanpa bayang-bayangmu. Bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi karena aku ingin percaya pada diriku sendiri.” William terdiam beberapa detik, lalu tersenyum tipis. “Baik. Tapi setidaknya, beri aku hak istimewa untuk membantu jika suatu hari kau butuh.” Fiona menatapnya, kali ini dengan mata yang lembut. “Kau tahu, dulu aku takut dengan kata ‘butuh’. Karena setiap kali aku butuh seseorang, aku selalu kehilangan diriku sendiri di dalam hubungan itu.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

"Hanya dengan menghadapi dirimu sendiri, kau bisa menemukan jalan keluar dari labirin takdir ini." Adrian menggenggam pena peraknya lebih erat, merasakan panasnya kini menembus kulitnya. Dengan napas berat, ia menatap bayangan dalam cermin itu, mempersiapkan dirinya untuk konfrontasi yang tak terhindarkan. "Aku akan melakukannya," bisiknya dengan tekad yang membara. "Aku akan menemukan siapa diriku, bahkan jika itu berarti menghadapi kegelapan yang paling dalam dalam jiwaku."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Meski ia berjalan seorang diri, ia merasa lengkap dan utuh, siap untuk menghadapi dunia dengan segala potensinya. Dan di ujung malam, saat ia menatap kota yang asing dari jendela kamar hotel, ia berbisik pelan pada dirinya sendiri, “Inilah aku, Ratna. Aku bisa berjalan sendiri. Dan aku bangga.” Ratna telah menemukan kebahagiaannya sendiri – bukan dari hubungan, bukan dari cinta seseorang, tetapi dari rasa penerimaan dan cinta pada dirinya sendiri.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai manusia dengan dirinya sendiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status