Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

Mentari pagi memancarkan sinar yang begitu terangnya, dan masuk dalam celah jendela kamar. Bunga terbangun karena suara ketukan pintu di depan rumahnya, dan betapa terkejutnya Bunga saat mengetahui siapa yang bertamu di pagi buta seperti ini. “Kak Nathan.” Bunga langsung menyalami seorang laki-laki dengan perawakan tinggi dan besar itu, pria tampan dengan menggunakan jas berwarna hitam dan kacamata itu adalah laki-laki yang selama ini menjadi panutan untuk Bunga.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as margot bunga
Read
+Library
Putri Bunga Bangkai

Putri Bunga Bangkai

"Seperti yang dikatakan Tabib Cakara, tidak ada terdeteksi energi dari bangsa unicorn pada kekuatan yang menggerogotiku," jelas putri Aludra. "Menggerogoti? Apa maksudmu, Aludra?" Sang ibu langsung cemas seketika.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as margot bunga
Read
+Library
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Setelah selesai bicara, Kak Margot membalikkan badan dan bergegas pergi. Nova mematung di tempat, dia masih berusaha mencerna ucapan Kak Margot. "Utang 1,6 triliun? Bunga 400 miliar per hari?" Nova bergumam.
9.11.9M viewsCompletedAdded to Library 57.7K Times as margot bunga
Show Reviews (251)
Read
+Library
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Read All Reviews
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

“Nggak peduli. Maunya masalah bunga, kebun Mama banyak yang mati bunganya karena saat tanam. Ini Mama lagi bahas soal itu, kenapa bisa mati begitu, padahal kan di siram terus setiap hari.” Sophia melerai, dia meminta semua orang untuk tidak berdebat perkara bunga. Jika nanti Sophia sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit, Sophia akan pergi main ke rumah Margaret untuk melihat tanaman apa saja yang mati. Dia ingin melihat koleksi bunga Margaret yang banyak sekali, bahkan jika perlu jika Alcand melarang Margaret untuk pergi ke toko bunga milik Sophia. Wanita itu memastikan jika Margaret akan datang ke toko bunga Sophia bersama dengan Sophia. Tidak perlu mengkhawatirkan semua ini, Sophia akan
105.2K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as margot bunga
Read
+Library
Terpikat Hasrat CEO Dingin

Terpikat Hasrat CEO Dingin

Hari libur ini tidak berjalan seperti yang kubayangkan—tidak ada olahraga pagi bersama Lucian, dan tentu saja, tidak ada ketenangan. Aku melangkah masuk ke toko. Aroma bunga mawar putih menyambutku, dan suara lonceng kecil di pintu membuat Margaret yang sedang merangkai bunga menoleh cepat. “Seraphina?” “Margaret,” jawabku sambil tersenyum. “Kukira aku mampir sebentar. Sudah lama juga aku tidak ke sini.” Margaret langsung meletakkan gunting bunganya dan menepuk-nepuk kedua tangannya. “Wah, lihat siapa yang datang. Madam Fleur DeVere sendiri. Masih ingat tempat ini, rupanya.”
1.7K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as margot bunga
Read
+Library
Penyesalan Suami Miliarder

Penyesalan Suami Miliarder

“Aku senang akhirnya kalian bisa datang ke mari. Sudah lama aku menunggu kalian.” Margaret berucap dengan senyuman. Ia menghirup bunga pemberian Jackson berulang kali. Wanita tua itu merasa sangat damai setiap kali ia menghirup aroma mawar merah.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as margot bunga
Read
+Library
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Ruangan itu terasa hangat seperti biasa—aroma mawar dan kain mahal membaur menjadi satu. Tak lama, tirai dari ruang pribadi butik tersibak, dan muncul sosok Margareth dengan senyum hangat yang sudah sangat dikenalnya. Wanita paruh baya itu selalu tampil anggun, dengan rambut rapi dan bibir merah muda yang memberi kesan ramah. “Terima kasih sudah datang, Sophia,” ucap Margareth seraya menghampiri dan meraih tangan Sophia dengan lembut.
634 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as margot bunga
Read
+Library
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

tanya Tiara. "Bunda mau ngasih sesuatu buat kamu," jawab Sinta kemudia dia mengambil kotak perhiasan dan dia mengambil sebuah kalung berlian yang sangat indah dan tentunya pasti itu sangat bernilai mahal harganya. Dia menyerahkan kalung itu kepada Tiara namun menantunya itu tak serta merta menerimanya.
5.3K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as margot bunga
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

jelas Atsutshi. “Dan ... Makigara juga ikut-ikutan membuat marga, kan?” tanya Joben. “Ya,” jawab Atsutshi singkat. “Satu lagi. Aku punya teman bernama Nobu, apakah dia masih keturunan Tuan Nobunaga Oda?” Apapun itu, pertanyaan yang dilontarkan Joben membuat Pak Daichi dan Toru merasa malu. Sedangkan Eguchi sebisa mungkin menahan tawa, padahal jelas Eguchi geram kepada marganya dan desanya sebab pendahulu mereka telah berbuat onar.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as margot bunga
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status