Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus

Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus

"Dalam, terlalu dalam... Kak, Tia nggak bisa, Tia bakal hancur..." "Nggak mungkin. Tia itu rakus," ujarnya tiba-tiba menaruhku di dekat jendela. Di balik tirai putih, para mahasiswa berlalu-lalang. Seketika, semua inderaku menjadi lebih sensitif. "Nanti ada yang lihat... Ah... Kakak..." Payudaraku tertekan di kaca, sementara Eric memintaku berpegangan pada pagar pembatas. Dia tertawa pelan. "Bukankah Tia suka dilihat orang?"
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Buruk Rupa

Buruk Rupa

tanya Allen. "Nggak kok." jawab Argan singkat dan padat tapi bermanfaat. "Ha? Kenapa? Maksudku, apa alasanmu sehingga kau tidak takut dengan wajahku ini?" tanya Allen. "Yah karena, kau adalah orang yang sangat baik Len. Lagian, sebenarnya wajah lo cantik kok. Cuman, wajah cantik lo ditutupin dengan kulit hitam lo. Entahlah, tapi gua merasa lo adalah orang yang paling cantik dibalik wajah lo kayak gitu." jawab Argan memberitau.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Benci Berbuah Cinta

Benci Berbuah Cinta

balas pria botak itu yang menawarkan harga tertinggi untuk wanita cantik yang masih berlalu lalang di antara meja. Wanita itu bernama Bella Saphira, ia sedang mengantar minuman kepada tamu yang duduk di meja khusus VVIP dan tamu kelas elit yang selalu datang untuk mencari jalang di kafe Norm untuk sebuah kesenangan yang berakhir di atas ranjang. "Tidak," tolak Bella Saphira judes. ia tidak sudi harus di tiduri oleh pria botak dengan perut buncit seperti pria di hadapanya yang sedang berliur menikmati kemolekkan tubuhnya.
9.951.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

tanya Sagara setelah berdiri di hadapan Metha. Metha tersenyum canggung. "Iya," jawabnya singkat. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Sagara merupakan salah satu rekan kerjanya di toko bunga. Badannya tidak terlalu tinggi, rambut yang bergelombang dan kulit yang berwarna sawo matang. Ia selalu saja berusaha mendekati Metha, meski Metha membalasnya dengan singkat atau bahkan tidak merespon.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

Sialnya, pagi itu si pelayan sedang mendapat tugas untuk mengantarkan sesuatu kepada pemilik mansion, Kepala Keluarga Gunada. “Tuan,” seorang pelayan membungkuk dengan tangan kanan menyentuh dada dan kepala menunduk, memberi hormat pada pria tertua dengan status tertinggi di rumah itu. Ketika pria tua itu menoleh, dia melanjutkan, “seorang utusan Erlangga datang mengantarkan undangan.” Pelayan itu lalu menyodorkan amplop biru muda dengan stampel lilin bermotif bunga mawar sebagai perekatnya. Pria tua dengan rambut panjang yang sudah memutih itu menoleh dan menerimanya, si pelayan pun kembali memberi hormat dan pergi. Tangan putih pucatnya yang penuh dengan keriput kini perlahan mengangkat si
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
KARMA MERTUA

KARMA MERTUA

Dan sepertinya inilah yang sedang terjadi pada Rita, adik ipar bungsuku itu. Mungkin tak ingin menjadi malu dengan tetangga-tetangga sekitar yang mendengar Intan berteriak-teriak di luar rumah, si wanita paruh baya itu lantas mengajak kami masuk dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
915.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Istri Penebus Dosa Perselingkuhan Suami

Istri Penebus Dosa Perselingkuhan Suami

Aina merasa dirinya sangat asing di tempat itu. "Hei Margota! Jangan kau dekati dia..! Aku yang akan menjadi pemiliknya..!" Bantah seorang wanita bergaun manik-manik hitam. Ia sedikit mendorong tubuh wanita pertama yang ternyata bernama Margota. "Hei... Betapa sempurnanya dirimu.. Ooooh..." Tangannya mengelus hampir seluruh bagian tubuh Aina sembari mematut-matut.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

TRAGEDI CINTA BUNGA Penulis : David Khanz Bagian : 92 Episode : Pertarungan Dua Lelaki Pesohor Kampung “Ada apa ini?” Syaiful memandang ke arah perginya Bi Enok dan Dirga. Bunga turut bangkit sambil mengusap-usap perut buncitnya. Jawab perempuan cantik itu kemudian, “Entahlah, Kang. Sepertinya ada sesuatu yang penting dari Kang Amrul.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Lestari menggunakan tongkat untuk berjalan menuju taman bunga yang tidak jauh dari teras rumah merasa harus merusak semua yang menjadi kesenangan menantunya. "Lihat ini, Hafizah!" Dirusaknya beberapa pot yang sudah rapih dengan bunga-bunga yang dirawat Hafizah, apalagi bunga anggrek kesayangan Hafizah yang tergantung dibanting Lestari.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Putri Bunga Bangkai

Putri Bunga Bangkai

"Seperti yang dikatakan Tabib Cakara, tidak ada terdeteksi energi dari bangsa unicorn pada kekuatan yang menggerogotiku," jelas putri Aludra. "Menggerogoti? Apa maksudmu, Aludra?" Sang ibu langsung cemas seketika.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai margot bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status