Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

tanya Yasa membuat Byakta mengangguk. Yasa terdiam. 'Apa perempuan yang ku tabrak tadi?' batin Yasa saat mengingat perempuan yang tadi tak sengaja dia tabrak. Yasa kembali menatap Byakta. "Apa dia memakai gelang hitam dengan mainan jangkar?" tanya Yasa sekali lagi. Byakta terdiam tengah berpikir, kemudian dia mengangguk dengan semangat.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as markings
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

"HEY KAU! ENYAH DARI SANA!!" Joan yang akan memberikan bantuan dengan cara menekan dada Mawar menghentikan aksinya, dia mengangguk patuh, lalu segera menyingkir. Kilatan amarah di mata Nico semakin menyeramkan saat matanya malah melihat kaos putih yang di kenakan Mawar ternyata tembus pandang, memperlihatkan bra berwarna pink yang membukus dadanya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as markings
Read
+Library
Lambang

Lambang

Tidak sengaja ekor mata Lambang melihat gambar lambang kabupaten di lengan sebelah kiri. Keningnya berkerut, pandangannya tertuju pada gambar tersebut. Ada yang berubah pada gambar itu. Warna bata di lengan orang itu berwarna ungu. Tidak sesuai dengan konsep asli yang bapak gambar. Lambang masih ingat betul gambar asli hasil goresan tangan bapak. Tidak ada warna ungu di dalamnya.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as markings
Read
+Library
Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!

Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!

Perburuan telah dimulai dan ia tidak beriat kalah. Batas area perburuan ditandai dengan pita berwarna merah dan biru yang diikat pada batang-batang pohon. Warna biru menunjukkan jalur aman, sementara merah menjadi batas yang tidak disarankan untuk dilewati. Semua peserta sudah diberi tahu sebelumnya agar tidak melewati tanda merah, kecuali dalam keadaan tertentu.
9.936.2K viewsOngoingAdded to Library 977 Times as markings
Read
+Library
RED CROWN

RED CROWN

Cantaka mengernyitkan dahinya, ekspresinya begitu dalam menatap wanita di depannya dengan mimik wajah penuh rasa keingintahuan. “Beritahu aku, apa arti dari warna ini?” tanya Cantaka, menunjuk bagian pakaiannya yang berwarna merah maroon. “Ada dua arti yang bersebrangan, yaitu antara berani dan bahaya. Hanya Ratu Saunggalah yang tahu betul maksud memberikan pakaian dengan warna tersebut.” Cantaka menarik napas panjang, tangannya berkacak tatkala mendengar kelanjutan dari penjelasan kepala pelayan padanya.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 260 Times as markings
Read
+Library
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Setelah diperhatikan dengan saksama, Rani yakin sekali tanda merah yang belum memudar itu adalah kissmark. BERSAMBUNG
9.725.9K viewsCompletedAdded to Library 622 Times as markings
Read
+Library
Exit

Exit

Lapangan sekolahan kami memang cukup luas meski aku tidak tahu berapa ukuran tepatnya. Setibanya kami di lapangan, berdiri di samping panggung yang berhiaskan balon, tali warna-warni seperti beludru atau bukan-itu adalah plastik kaku berwarna. Background panggung ramai oleh hiasan, banner besar terpampang di belakang. Kemeriahan ini hampir mengalahkan acara ulang tahun sekolah. “Baiklah. Untuk peserta selanjutnya, kita panggilkan April Agustine dari kelas 9A.” Suara MC di atas panggung langsung disambut tepuk tangan oleh penonton.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as markings
Read
+Library
Sadena

Sadena

"Memangnya dengan gerakan secepat itu gue bisa menghindar?" Marsha nyengir lebar, ia mengalungkan tangan ke leher Sadena lalu membiarkan cowok itu merias wajahnya. Entah seperti apa nanti jadinya. Yang jelas Marsha cukup senang menghabiskan waktu bersama. Hingga Sadena yang hendak mengambil lipstik di kotak make up justru menemukan sebuah test pack. Dengan dua garis biru? "Sha, ini." Sadena menatap tidak percaya. Begitu pun Marsha yang membelalakan matanya.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as markings
Read
+Library
Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Orang yang menjadi korbannya saja kali ini berakhir dengan wajah hancur tak bisa dikenali lagi. Abraham memperhatikan penampilan Mark yang berantakan dengan warna merah menodai setelan jas dan kemejanya, tangannya tampak memar, dan juga sepatu pantofelnya basah berlumuran darah. "Bersihkan dirimu, kita pulang!" perintah Abraham seraya beranjak berdiri.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as markings
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status