Ini Uangku, Mas!
Ini karena ia tak salah.
"Mitaa, aku suami boneka, boneka Ibu dan Ima, ha ha ha." Mas Aga masih celoteh dalam keadaan mabuk. Tertawa pun seperti penyesalan.
"Diam, Mas! Ayo pulang." Ima lebih kuat menarik tangan mas Aga.
"Maaf telah mengganggu ketengan Kakak, kami permisi dulu."