Sang Pewaris Arogan
Karena tidak ada kata yang bisa menghapus masa lalu, tapi mungkin, pelukan bisa sedikit membuatnya bernapas.
Beberapa menit berlalu. Nafas Alvaro mulai tenang, meski tubuhnya masih gemetar. Lyssa mengusap punggungnya pelan, menatap ke luar jendela.
Hujan mulai turun seperti malam yang menyimpan rahasia lama.
“Semua itu sudah berlalu,” bisik Lyssa lirih. “Kau tidak sendiri, sayang.”
Tapi Alvaro hanya memejamkan mata, seolah masih berusaha membedakan mimpi dan kenyataan. Dalam pikirannya, suara ibunya masih bergema, mengoyak batas antara masa kini dan masa lalu.
Hot Chapters