Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Alodita berharap kedua orang tersebut bisa berbaikan dan kembali bersama, yang dilanjutkan dengan pernikahan. Puluhan menit terlewati. Semua orang telah berpindah ke musala di lantai 9 gedung itu, yang sengaja disiapkan oleh Cheung Chyou Jaden, presdir CJC Company. Sebagai bentuk dukungannya pada keluarga dan kerabat 4 klan, yang mayoritas beragama Islam.
10716 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Dia tidak bisa bergerak, tangan dan kakinya terikat pada tiang penghukum dan tubuhnya terlilit rantai besi yang mengitarinya. Di depannya, di atas singgasana, duduk seorang tua yang rambutnya sudah memutih tapi tidak menghilangkan aura Wibawa dan kuasanya. Dia adalah Dewa Agung, Dewa Wilis pemimpin para dewa. Dengan tatapan fokus, tajam dan dingin dia melihat pria di hadapannya tersambar petir terus menerus tanpa rasa kasihan. Itu adalah sebagai hukuman atas kesalahannya yang di perbuat oleh pria itu.
101.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

16 tahun yang lalu. Pak Marsan, suami dari Sumi adalah tokoh terpandang di Desa Kemuning. Seorang ustaz yang mengajar mengaji, sesekali diundang untuk memberikan ceramah disekitaran desa Kemuning. Kehidupan masyarakatnya sangat religius. Satu masjid dan satu Surau yang ada di desa tersebut selalu ramai jika sudah memasuki waktu shalat, begitupun pengajian-pengajian yang dilakukan orang tua dan anak-anak selalu diminati.
1037.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

gumamku pelan, malu sama keluarga majikan. “Konon katanya ini masjid terbesar kedua di Madinah setelah masjid Nabawi.” Ayu memberi informasi yang membuatku kembali berdecak kagum. Para lelaki dipimpin Sayid Umar sebagai ketua rombongan berganti dengan dua lembar pakaian ihrom. Para perempuan tetap memakai abaya dan pashmina serta kaos kaki yang kami pakai dari rumah. Setelah itu Sayid Umar memimpin kami melakukan ihlal ihrom.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 785 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

"Sepertinya ada pengumuman penting." ​Cing Mu tidak banyak bicara. Ia berbalik, membuka pintu, dan berjalan mengikuti arus murid menuju pusat sekte. ​Pelataran utama Embun Senja telah dipenuhi lautan manusia. Di depan papan pengumuman batu giok, seorang tetua pengurus berdiri tegak memegang gulungan perkamen. Ia menunggu hingga keributan mereda, lalu mengerahkan energi spiritual agar suaranya terdengar oleh semua orang.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Legenda Candi Borobudur

Legenda Candi Borobudur

Penduduk desa menyambut mereka dengan ramah, dan mereka segera mencari dukun sakti yang tinggal di sana. Dukun sakti, seorang pria tua bernama Ki Semar, tinggal di sebuah rumah sederhana di pinggir desa. Ketika Ajeng, Damar, dan Bu Saraswati tiba, mereka disambut dengan senyuman hangat dan tatapan penuh kebijaksanaan. "Selamat datang, anak-anak," kata Ki Semar dengan suara lembut namun penuh wibawa. "Aku sudah mendengar tentang kalian. Aku tahu kalian datang untuk mencari jawaban dan bantuan."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Kaya Setelah Dibuang

Kaya Setelah Dibuang

ucap Agam menatap Arin penuh harap. "InsyaAllah, doakan saja Ibu sehat selalu dan dimudahkan rezekinya. Biar Agam bisa tiap hari jalan-jalan sama Ibu." "Aamiin." Agam dan Arin menaiki sepeda motornya menuju alun-alun kota Cilacap. Pohon besar di sekitar masjid Agung menjadi tempat parkir yang teduh dan keduanya turun dengan wajah bahagia.
1077.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Karena tidak semua orang dapat berpartisipasi dalam Perjamuan Agung, Anna sangat sulit untuk mendapatkan undangan. Hanya empat keluarga besar di Kota Kumara yang telah menerima surat undangan. Di seluruh Provinsi Zeva, hanya belasan keluarga yang menerima surat undangan. Selain itu, hal ini karena lokasi geografisnya. Perjamuan Agung diadakan di Kota Kumara. Jika tidak, empat keluarga besar di Kota tidak akan memenuhi syarat sama sekali. Meskipun sebelumnya Keluarga Sharon adalah kepala dari empat keluarga besar, kini mereka telah menurun. Mereka tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan undangan sama sekali.
9.372.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Istri Bayaran Semesta

Istri Bayaran Semesta

“Ma-maaf, Mas.” Semesta keluar meninggalkan showroom setelah transaksi selesai. Ia segera naik ke kursi penumpang di susul dengan Humaira yang ikutan naik. Semesta mengernyit saat melihat wanita berhijab itu duduk di sampingnya. “Kau mau apalagi?” “Ikut nebenglah. Memang mau apa Mas, punya istri kok disuruh berangkat sendiri. Gak kasihan apa sudah cantik begini disuruh naik angkot,” gumamnya sebal.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Menguak Kebohongan Suamiku

Menguak Kebohongan Suamiku

Mas Agung memasang raut terkejut ketika aku panggil sementara Ainun menyapa dengan senyuman sambil berlalu seperti tidak ada yang perlu dia jelaskan juga. "Kok menunggu di luar?" tanyanya begitu sampai di depanku. Segera kuhidupkan kembali layar ponsel dan mengarahkan ke wajah Mas Agung. "Lihat, Mas. Kamu salat di mana sebenarnya, masa jam sembilan malam baru tiba di rumah padahal jarak ke masjid cuman seratus meteran?" Mas Agung menggaruk tengkuknya. "Itu tadi ... Pak Imam musyawarah, Dek. Jadi, gak enak kalau langsung pulang."
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai masjid agung semarang kauman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status