Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Stuck On You

Stuck On You

Dengan cepat Sasi mengantarkan pesanan ke salah satu pengunjung yang sedang menunggu pesanannya. Sasi tidak memperhatikan wajah pengunjung pria yang memang tidak mengarahkan wajah kepadanya. Ditambah pria itu memakai masker. “Selamat menikmati Macchiato-Nya, Pak,” ucap Sasi ramah dan menyimpan kopi tersebut secara hati-hati ke atas meja. Kim yang memang memakai masker mengibaskan rambutnya sekilas, dan melirik ke arah Sasi lekat ketika wajah perempuan itu sedikit dekat dengan wajahnya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Satu Cerita

Dua Wajah Satu Cerita

Melva memilih bungkam, mengikuti masa training-nya. "Ini mudah saja. Tidak perlu merebus air panas karena memakai mesin kopi. Kamu hanya perlu menekan tombol ini saja. Tapi kopi untuk Pak Zeon sedikit khusus. Ada tambahan coklat setelah diberi susu. Perbandingannya sama. Jadi tidak pakai gula sama sekali." Sarah mempraktekan sekaligus ketika menjelaskannya pada Melva. Dia begitu cekatan, dalam beberapa menit secangkir kopi hangat sudah tersedia.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Berjalan mondar-mandir, berusaha menghilangkan rasa takut, cemas dan khawatir yang campur aduk jadi satu. Seandainya saja Suci bukanlah anak pengusaha besar dan benar-benar miskin seperti yang aku pikir dulu. Mungkin tidak akan sekhawatir ini menghadapi dia. Nasi telah menjadi bubur. Tetapi semua aku lakukan demi bisnis keluarga. Berarti Mas Marno harus membantuku dalam masalah ini. - Cangkir berisi kopi yang hendak diseruput Mas Marno jatuh ke lantai. Pecah. Air berwarna hitam pekat tersebut tercecer hingga mengenai kakinya.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"aaaarrrgh!!! Shiiit !!!! ucapnya sembari melempar pnnselnya ke meja. " Astaga Mas, kenapa sih kamu itu!" ucap Nisa sembari meletakkan secangkir kopi di meja depan Dimas. Dimas mengambil dan mneyeruputnya. Lalu, "Brrrwhhh... Ini kopi apa apa sih, Sa. Kamu bisa bikin kopi nggak sih?" "Lah, emang gimana mas? Biasanya Nisa begitu kok kalau buatin kopi." ucap Nisa heran.
8.220.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

hanya senyum Dan yang terakhir kopi Ekspresso. “Se-la-mat me-nik-ma-ti Pak,” dengan senyum lebar yang di kombinasikan dengan wajah mengerut menahan amarah. Dan dari semua jenis kopi yang menghabiskan gaji hariannya menjadi OB. Tak ada satu kopi pun yang di teguk habis oleh Sagara. Semua cuma di minum seteguk-seteguk. Jaka, Bu Ida dan Lendra yang sedang di pantri merasakan aura mematikan dari arah Anita yang sedang duduk menunduk menatap kopi-kopi bekas Sagara di depannya.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Ia kemudian duduk di hadapan Sabrina. “Berkas yang aku susun dua hari terakhir, hilang, hehe,” Sabrina meracau. “Kasur empuk kali ya,” Awang terbelalak. Ia langsung menyeduhkan kopi untuk Sabrina. “Nih diminum!” katanya. Sabrina mengangkat kepalanya. Ia lalu menyeruput kopinya. “Enak,” pujinya. “Itu kopi instan,” balas Awang.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Mengatur posisi benda itu agar lebih mudah untuk saling bertatap muka dengan sang penelepon. "Kopi?" Ale mengerutkan keningnya saat melihat cangkir di genggaman Sasmaya. "Iya, hanya di pagi hari," sahut Sasmaya santai. "Eusebio mengijinkan?" tanya Ale sembari memicingkan matanya. "Hanya satu cangkir sehari. Boleh di pagi atau sore hari, selebihnya aku harus memperbanyak konsumsi air putih," jelas Sasmaya cukup panjang.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

jawabku setelah melepaskan topi dan masker, lalu meletakkan di atas meja beralas kaca tebal. "Wah, kamu ternyata! Abang kirain siapa?" seru Bang Baim sambil terkekeh kecil. Aku mengedikkan bahu acuh tak acuh. Kemudian, laki-laki yang memiliki cambang tipis itu melangkah menuju meja panjang yang di atasnya terdapat mesin penggiling kopi dan cangkir kopi berbahan keramik. Aroma kopi menyeruak saat dia berhasil menggiling biji kopi dan menyeduhnya dengan air panas.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Mendadak dipinang Ustaz Idaman

terang Chacha. Pesanan mereka datang. Nara mulai mengoper mangkuk-mangkuk berisi bakso dan botol air mineral. Chacha mengabaikan basonya, ia lebih tertarik pada secangkir kopii panas yang asap panasnya mengepul menebarkan aroma menggoda. “Cha, kebiasaaan deh. Makan dulu, malah ngopi dulu,” gerutu Nara. Ia masih hafal kebiasaan sahabat lamanya itu yang tidak bisa hidup tanpa kopi.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Sekretaris Alim Sang Bos Genit

Sekretaris Alim Sang Bos Genit

Perempuan genit itu menyodorkan air putih pada Tari dan kopi pada Andrian. "Silakan Pak Andri. Kopi itu sudah sesuai dengan kesukaan Anda. Dua sendok kopi hitam dan setengah sendok gula. Benar, kan?" tanya Mirna seolah mengerti kebiasaan Andrian saat meminum kopi.
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status