Saat Ibu Mertua Berkunjung
Jika dengan duduk emosi masih tidak stabil, kita diharuskan untuk berbaring atau berwudhu untuk meredam amarah.
Seperti biasa, pintu diketuk sebelum akhirnya Mas Akbar masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak serba salah antara duduk atau menyapa, namun sentuhan di tanganku membuatku kembali merasakan kekesalan itu.
"Din, kamu udah mulai tenang?" Aku mengangguk pelan. Pria itu tampak sekali menghembuskan napasnya berkali-kali, mungkin untuk menormalkan sebak yang ada dalam dadanya.