Jangan Baca Novel Ini!
Dia tidak marah atau membentakku karena penolakan itu, melainkan dia justru mengerang panjang sambil mencengkeram kepalanya sendiri dengan kedua tangannya yang kekar.
"Arrrghhh! Sakit sekali kepala saya, Tuhan!"
Argan membungkuk dalam posisi berlutut di lantai kamar mandi dengan wajah yang meringis menahan nyeri hebat di kepalanya. Urat-urat di leher dan pelipisnya terlihat menonjol keluar seolah pembuluh darahnya siap meledak kapan saja karena tekanan darah yang melonjak drastis. Wajahnya memerah padam dan napasnya tersengal-sengal pendek, seperti orang yang sedang terkena serangan jantung mendadak.