Air Mata Suami dan Mertuaku
Rasa malu, cemas, emosi, semua bercampur jadi satu.
'Siapa yang melakukan semua ini?' batinnya.
"Good job, friends!" Marwa yang berada di rumah, menyunggingkan senyuman puas menyaksikan kesuksesan rencana brilliant-nya, dari cctv kantor yang disambungkan ke laptopnya.
"Rasakan pembalasanku, Mas! Itu baru permulaan, masih ada kejutan-kejutan lain yang akan membuatmu dan ibumu yang munafik itu meneteskan air mata di hadapanku!"