Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tiba-Tiba Dimadu

Tiba-Tiba Dimadu

tanyaku kaget melihatnya mengarahkan benda berpeluru itu padaku. "Kamu juga harus kubunuh jika kamu sungguh ingin bersama dengan Dokter itu," desis Mas Ikbal dengan wajah menyeringai jahat. "Kamu sudah gila, Mas, hentikan! Teriakku. "Ha ha ha." Ia tertawa pongah dan silinder peluru terlihat bergerak pertanda jika ia siap menembakkan peluru berikutnya. "Jangan Ikbal ... Jangan ...."
1059.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai mata tombak berburu
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Kiky
endingnya sangat mengecewakan..! padahal secara jelas udah kentara banget kamu itu cuma cadangan Jannah..! seandainya aib nya angel gak ketahuan, gak akan mungkin Rafiq mau nyariin kamu.. ini malah balikan lg ma Rafiq.. astaga harga diri wanita di novel² skrng pada gak ada ya...??
anne annisa
versi disini berakhir indah buat jannah. makasih thor udah kasih ending yg lbh baik buat rafiq dan jannah. dulu waktu baca di inn****sama kabeem, sumpah aku pengen protes. gitu amat nasib jannah maupun rafiq. sukses selalu buat author. tetap semangat untuk berkarya.
Baca Semua Ulasan
Kubayar Lunas Tantangan Maduku

Kubayar Lunas Tantangan Maduku

serunya pasa sopir di depan, selagi ia mengklik opsi memanggil kontak yang tersimpan dengan nama "Mama" _____________________________ “Ma, ada apa ini?” Dea baru saja datang tergopoh dari arah luar. Gadis berusia matang itu bingung, melihat rumahnya tampak ramai, bahkan ada keranda mayat di depan. Tadinya dia pikir bahwa sang mama yang meninggal atau malah Sultan kakaknya. Namun, sekarang, karena ibunya tampak baik –baik saja meski sedang menangis itu, barulah Dea sadar, pasti kakaknya yang meninggal dunia.
20.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Cocok untuk bikin foto mesra yang nanti dipakai memanasi Susi. Tujuannya tentu supaya Susi makin marah dan merajuk. Kalau sudah begitu mas Ragil akan panik setengah mati. Dan, di situlah kesempatanku memberi tekanan lebih pada kesepakatan hitam di atas putih. Jangan salahkan jika aku jadi mirip mafia, Mas! Kamu yamg memulai, maka aku memberi arah permainan. Katanya di sini ada berbagai taman. Diantaranya taman Air, Mawar, Perancis, Bali, Labirin, Palem, Jepang dan taman lainnya. Pasti semuanya indah.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Mata Chaz yang bulat penuh amarah, seolah ingin membakar Tania hingga menjadi abu. Dia menggertakkan gigi, mengeluarkan beberapa kata. "Aku nggak nyangka kau begitu jalang!" Tania menyeka darah dari sudut bibirnya dengan punggung tangannya, menatapnya dengan tatapan dingin. Dia menghampiri dan mengangkat tangannya untuk menampar Chaz dengan keras. Wajah Chaz meringis karena tamparan itu. Nina menjerit dan memeluk lengannya. "Chaz, kau baik-baik saja?"
23.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

kata pria itu dengan mata mencari-cari di sekitar jejeran tungku dan kompor di bawah jendela dapur. "Itu koreknya ada di rak tempat bumbu, 0m, di atas jergen minyak tanah, ' kata Ratih sambil menunjuk dengan dagunya. Begitu mendapatkan korek kayu, Jamal segera membakar rokoknya. Tapi entah karena berangin atau karena gugup mendengar suara aneh yang diterbitkan oleh kegiatan sang keponakan, berulang kali apinya padam sebelum ujung rokoknya sempat tersulut.
769 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Namun tidak berlangsung lama karena Arga kembali mengeluarkan pasukan bangsa Mamata dan ras raksasa burung batu membuat pasukan musuh kalangkabut tidak bisa menghadapinya. Nacara dan Kalakumba bertarung membabi buta menunjukkan kekejaman yang sesungguhnya. Keduanya tentu saja senang berhadapan dengan pasukan dewa kegelapan karena baik monster burung batu maupun kaum Mamata, keduanya sama-sama memiliki dendam terhadap dewa terkutuk itu. Ukhuk! Zufu kembali memuntahkan gumpalan hitam, tapi kali ini bukan darah luka, melainkan sisa-sisa inti racun yang telah Asgar hisap.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Sadar bahwa prajurit biasanya hanya menjadi umpan meriam, Malakor menggeretakkan giginya murka. Dia memacu seluruh hawa murni di dalam dantiannya. Tombak bermata ganda di tangannya membara merah membakar, lalu diayunkan melingkar hingga menciptakan pusaran uap darah raksasa! "Jurus Tombak Pembantai Teratai Hitam!"
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai mata tombak berburu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status