Air Mata di Antara Bunga
Tak seorang pun keluar.
Saat itulah Rangga baru menyadari, mungkin Vanya benar-benar marah.
Sarah yang melihat kegelisahan Rangga berucap lembut, “Wanita paling mengerti wanita. Rangga, masalah sebesar apa pun, kalau suami sendiri yang membujuk, pasti akan reda. Cepatlah pulang, jangan sampai melewatkan jam keberuntungan.”