Senja di Matamu
Tania membela diri, "Lihat mulutku. Aku hanya mengucapkan empat kata ‘Nggak ada, nggak ada.’ Nama lengkapku sudah dua kata. Mana mungkin aku bisa ngomong gitu banyak dengannya?"
Mata pria paruh baya itu berkedip, dan dia mengoreksi dirinya sendiri, "Ini pertemuan kedua kami. Pertemuan pertama bukan di sini. Kami sudah menjelaskan semuanya dengan detail saat pertama kali."
Tania bertanya dengan tenang, "Di mana? Ada kamera pengawas di rumahku, di kompleks rumahku, dan di sekolah. Semuanya bisa menunjukkan waktu kejadian."
Hot Chapters