Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Seolah itu hal yang biasa. Padahal, Maorielle bahkan merasa canggung setiap kali harus memanggilnya. Arvan yang memperhatikan ekspresi Maorielle akhirnya berkata santai, “Tenang saja, Mao. Itu urusan mereka.” Maorielle buru-buru mengangguk. “Aku juga tidak memikirkan apa-apa.” Erina menatapnya beberapa detik. Lalu tersenyum kecil. “Tentu saja.”
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Penyesalan Mertua Jahat

Penyesalan Mertua Jahat

"Maaf," "Tuh kan maaf lagi, please stop say sorry, kamu gak ada salah apa-apa, sayang," ucap Rey sambil mengusap air mata Maura. "Aku akan berusaha Rey, maafin aku. Ini kebiasaan di rumah karena Bunda selalu bilang apapun yang terjadi aku yang salah jadi setiap apa-apa harus minta maaf," terang Maura. Deg!
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Menjelang Pernikahan

Menjelang Pernikahan

Meski nadanya terdengar biasa, tetapi maknanya sangat mengena. “Sori. Aku cuma nanya.” Melia berucap lirih. “Langsung saja katakan apa yang mau kamu bicarakan. Gak usah pake basa-basi. Gak usah melebar ke mana-mana. Langsung ke intinya saja.”
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Tentang Mao

Tentang Mao

O M G. Sinyal pertolongan serta kehampaan tersampaikan dan diterima Mao saat ia sudah mensejajarkan tingginya. Entah kenapa, kali ini ia sedikit gugup dan grogi. Apa ada Zaki yang mengawasi atau ada hal lain? "Bbu.. ka" "Hah? " "Ya tuan. Ada apa?" "B..b..ba..ju" "HAH? " Mao dan Zaki melempar kata yang sama. Terkejut bukan main saat kalimat patahan itu selesai diucapkan. "Maaf. Tuan mau buka baju? " Lerai Zaki untuk mencari kebenaran.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Mauku Jadi Satu-satunya!

Mauku Jadi Satu-satunya!

“Apa kau bilang?” Mosha mengangkat dagu tinggi-tinggi. Wajahnya begitu ayu paripurna dan terlihat elegan di bawah sorot lampu utama. “Apa pun akan aku lakukan demi bisa membuat Adam memiliki keturunan,” katanya santai.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Abang Ipar

Hasrat Terlarang Abang Ipar

“Kau di mana?” “Kau tidak punya sopan santun sama sekali? Mengapa kau memanggilku hanya dengan menyebut kata ‘kau’?” Mahen menekan nada bicaranya di bagian akhir. “Harusnya kau memanggilku dengan kata ‘mas’ bukan?” Ia kembali menekan kalimatnya. Maudy menghela napas dengan kasar. Merasa muak dengan sikap Mahen yang tidak menyenangkan.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
[BUKAN] PELAKOR

[BUKAN] PELAKOR

🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯 Mau bilang apa ke Ai? Mau bilang apa ke Declan? Mau bilang apa ke Galen? See you💋💋💋💋💋
1042.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku jadi Madu

Bukan Mauku jadi Madu

Entah apa arti mimpi itu, yang pasti perasaanku jadi buruk hari ini. "Oh begitu, mereka terlihat serasi ya, tampan dan cantik. Kamu segeralah punya pasangan lagi, biar bisa double date sama temanmu itu," ucap Ibu sambil menyenggol bahuku. "Elah Ibu, tau dari mana kata double date gitu? Gaya amat." Bu, seandainya kau tahu kalau aku disuruh jadi orang ketiga diantara mereka, bagaimana perasaan Ibu nantinya?
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

“Kamu kenapa, sih, Bis? Kalo ada masalah bilang aja.” Maya merasa ganjil. Belum lagi perkataan laki-laki itu sama seperti yang diucapkan Angga. Kebetulan? Ya, mungkin. Mereka tidak ingin Maya sakit. Tapi, plis, itu hanya demam. Bukan masalah serius. “Aku baik, May.” Laki-laki itu menjawab dengan suara serak. “Aku cuma lagi kangen suaramu.”
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

ucapku membuat Maura tambah berapi-api. "Mbak Ayu, inget ya! Sebentar lagi yang kacau bukan hidupku tapi hidupmu!" Suara Maura naik satu oktaf membuatku langsung saja mengulum senyum. Tanpa berniat menjawab pernyataan yang membuatku justru ingin tertawa. "Pelankan suaramu Maura! Kamu nggak tahu kalau Mama di dalam? Ha? Kamu mau semuanya tambah kacau?" Kini giliran Mas Ilham yang berpendapat. Namun dengan suara lirih.
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai mau bilang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status