MAWAR
bagaimana keadaan ibunya sekarang, dia sangat merindukan dan mengkhawatirkannya.
"Hiks..hiks" Mawar menghapus air matanya, tapi semakin dia menghapus air mata itu semakin banyak yang keluar. Akhirnya dia membiarkan saja karena jika perasaanya sudah lebih baik, nanti air matanya akan berhenti sendiri.
Tiba-tiba tangisannya berhenti, saat ujung matanya melihat benda putih yang berjatuhan di balik jendela.
Mawar menoleh, dia mengerutkan keningnya tampak asing dengan benda tersebut.