MELEPAS BENALU
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, gegas aku segera melangkah dan memutar kunci untuk membuka pintu.
"Ini, Neng." Bik Iin menyodorkan plastik hitam berisi barang pesananku.
"Makasih, Bik." Bik Iin menganggukkan kepala, lalu pergi saat aku ingin kembali menutup pintu.
"Hhh semoga saja garis dua," gumamku sambil mengeluarkan isi dari dalam kantung plastik.
Belakangan ini, aku sering pusing dan mual-mual. Siapa tahu saja, aku sedang mengandung anak Mas Ronald.