Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa

Detik demi detik berlalu, dan sudah sepuluh menit dia berdiri di koridor kamarnya namun tidak terdengar suara apapun. Dan begitu dia hendak kembali ke kamar, dia kembali mendengar suara piano. Piano milik Frans berada di lantai bawah. Brenda tidak memindahkannya dari sana. Bukan berarti dia masih terkesan dengan Frans, namun dia hanya merasa keberadaan piano itu akan menambah sedikit keestetikan rumahnya.
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as meja piano
Read
+Library
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Peter melambaikan tangannya dan membawa Neo ke meja logam biru-perak persegi panjang yang besar di sebelah kiri. Neo mengikuti, dan dari kejauhan, dia bisa melihat berbagai instrumen presisi yang ditempatkan dengan rapi di meja logam. Di tengah, yang paling menarik perhatian adalah layar elektronik mekanis yang besar. Model gambar dari berbagai komponen terus berubah di layar, biru, merah, putih, dalam semua warna. "Kak Peter, tempat ini sangat bersih. Hanya dengan melihat ini, aku tahu bahwa barang-barang yang kau buat pasti adalah produk terbaik."
104.3K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as meja piano
Read
+Library
Bapak Kos Kesayangan

Bapak Kos Kesayangan

Meja itu peninggalan orang tua Arga, kayu jatinya bener-bener solid dan kerasnya minta ampun. Arga berdiri di depan meja itu, Hartono ngikutin Arga dari belakang dengan muka bingung. "Mau ngapain Lo duda? Mau jual meja ini buat nambahin duit sepuluh miliar?" ejek Hartono lagi. Arga gak ngejawab. Dia cuma naruh telapak tangannya di atas permukaan meja kayu jati itu. Natap Hartono lurus-lurus di depan mukanya.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as meja piano
Read
+Library
SANG PENAKLUK MAFIA

SANG PENAKLUK MAFIA

"Apa kau tahu kalau Lucca suka sekali makan sambil ditemani lantunan dentingan piano." "Hentikan Ge," desis Lucca. "Kita sama Luc." "Piano?" Abigail melihat ke pojokan ruangan dan melihat grand piano besar warna hitam yang menjadi hiasan di sana. "Ya. Saat ini piano yang di sana itu lebih untuk pajangan karena pemiliknya sudah lama kehilangan selera untuk menggunakannya." "Tutup mulutmu!!" "Saya bisa bermain piano meski masih amatiran." *******
9.8102.4K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as meja piano
Read
+Library
ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

Tanpa melirik sedikit pun ke arah sofa yang berada di tengah ruangan-tempat Sangga berleha-leha-Usa mendekati meja Zianne. "Ya, Sa?" "Pianisnya udah datang. Mau sekarang ajak kenalannya, Mbak?" ujar Usa seraya memindahkan satu cangkir ginger tea ke permukaan meja kerja Zianne. "Oh, iya, boleh deh. Di lantai dua kan?" tanya Zianne yang diangguki Usa. "Bentar lagi saya ke sana." "Pianis?" Kalimat tersebut muncul dari mulut Sangga dengan tempo yang terkesan menyerobot.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as meja piano
Read
+Library
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Namun, suara piano itu jelas terdengar. Rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Raina perlahan bangkit dari kursinya, dan melangkah mendekati ruangan Arjuna. Pintu ruangan itu sedikit terbuka. Dari celah itu, Raina melihat Arjuna sedang duduk di depan sebuah piano besar berwarna hitam yang selama ini selalu tertutup kain beludru di sudut ruangan. Jemarinya menari di atas tuts, menciptakan melodi yang menyayat hati.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as meja piano
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Kamarnya bersih sebab meskipun kosong setiap hari dibersihkan oleh pelayan. Ada sebuah benda yang mencuri atensinya. Sebuah piano merk Yamaha yang ditutup kain putih. Dia menyentuh piano klasik tersebut lalu menyingkirkan kain putih penutupnya. Tampaklah piano penuh kenangan yang masih terlihat bagus. Haikal menarik bangku kecil di sebelah piano lalu dengan cekatan jari jemarinya menekan tuts-tuts piano yang menciptakan suara denting piano yang masih terdengar nyaring.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as meja piano
Read
+Library
Kembalinya Istri Sah sang CEO

Kembalinya Istri Sah sang CEO

Dia menggandeng Michelle ke ruang tamu dan menyuruh anak itu duduk di depan piano. Piano itu sangat besar, dengan tuts hitam putih dan senar yang sangat panjang. Suara yang dihasilkan sangat jelas karena papan kayu yang digunakan sangat bagus. Kalaupun tidak ada yang menekan tuts piano itu untuk mengetes suaranya, Rachel juga bisa melihat bahwa piano itu adalah piano dengan kualitas terbaik. Namun, setelah dipikir-pikir, piano yang bisa ditempatkan di suite hotel Pak Albert pasti memang bukan piano biasa.
9.61.5M viewsCompletedAdded to Library 58.6K Times as meja piano
Show Reviews (204)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Tini
Diantara banyak ya novel yg saya baca, cuma ini yang novelnya berbobot. Baik dari kata2 nya maupun isi nya. Kata per kata yg digunakan dengan bahasa yg Mencerminkan kepintaran pengarang. Novel yg selalu ditunggu kelanjutannya smp ga sabar. Semangat kak ............
Read All Reviews
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di aula utama lantai satu vila, tampak sebuah piano putih merek Steinway. Piano itu bagaikan seorang tuan putri yang anggun. Begitu jemari menyentuh tuts, alunan lagu yang merdu dan indah langsung terdengar. Tak heran Sherine enggan pindah dari sini. Meskipun agak canggung tinggal seatap dengan Bradford, dia tetap ingin menetap.
10275.0K viewsCompletedAdded to Library 9.9K Times as meja piano
Read
+Library
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

Setelah itu, dia mengikuti Brooke dan berjalan ke ruang piano di lantai dua. Begitu Eira masuk ke ruang piano, dia terpana dengan pemandangan di depan matanya. Ruang piano di lantai dua terlihat sangat mewah. Piano besar di tengah ruangan sangat megah. Piano itu sebenarnya tampak lebih megah dan lebih indah daripada piano yang pernah Eira lihat di restoran. Eira mengikuti Brooke ke sisi piano, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulurkan tangannya dengan lembut untuk menyentuh piano. Namun, saat dia baru saja mengulurkan tangannya, Brooke memukul tangannya secara agresif dengan penggaris. Eira kesakitan dan segera menarik tangannya kembali. Penggaris itu memukul buku-buku jari Eir
9.32.5M viewsCompletedAdded to Library 81.0K Times as meja piano
Show Reviews (480)
Read
+Library
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Linda Malinda
ceritanya lumayan bagus, cuma sering kesel sama fl nya, sering menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, yg seharusnya gak perlu, dan kadang terlalu naif, tetap percaya dengan omongan orang yg jahat sama dia
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status