My Arrogant Lawyer
Tapi entah, pemilik warung masih ingat kepadanya atau tidak.
“Pak, bebeknya dua ya, yang dada. Nasi uduknya satu, Tolong anter ke sebelah, di sini penuh.”
“Siap, Non.”
Tanpa menolehkan kepalanya pada Pras, Sinar pindah ke warung yang berada di sebelahnya. Pemiliknya sama sebenarnya, hanya jenis makanannya saja yang berbeda, yakni menjual nasi goreng dan sejenisnya. Meskipun terlihat sama penuhnya, tapi kursi kayu panjang yang berjajar di samping meja, membuat Sinar bisa meminta seseorang yang sudah duduk di sana untuk sedikit bergeser.
Bab Populer