Nala dan Mas Juragan
Warung itu bukan sekadar warung kelontong kecil, bangunannya cukup luas dengan rak-rak berbahan besi yang tersusun rapi berisi segala macam kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, sabun, hingga alat tulis dan aneka makanan ringan.
Begitu mesin motor mati, Pak Bakti segera membuka rolling door hijau yang sedikit berkarat di bagian bawahnya. Nala membantu mendorong pintu besi itu hingga terbuka lebar, menyingkap jajaran barang yang tertata rapi. Warung ini menerapkan sistem semi-swalayan; pembeli bebas masuk dan mengambil keranjang plastik, lalu memilih sendiri barang di rak sebelum membawanya ke meja kasir. Sayangnya, karena belum ada komputer, semua transaksi masih dihitung secara
Hot Chapters