Pelangkah Tanpa Syarat
“Kalau memang kamu belum bisa menerima aku jadi suamimu, Dek, setidak-tidaknya kamu bisa ikhlas, sekarang semua yang terjadi pada kita ini sudah jadi takdir!”
Mas Ragil kembali bicara dan kalimat itu sedikit menyentuhku.
Seandainya saja bisa bilang, maaf, ya, Mas! Bukannya aku tidak ikhlas atau tidak menerima jadi istrimu, tapi mungkin untuk lemah lembut sama kamu itu butuh proses, mengingat pertemuan awal sampai akhir antara aku dan kamu, selalu saja ada masalah. Kita bicara karena ada masalah, kita ketemu kalau punya masalah dan kita nggak ketemu juga karena punya masalah.
Hot Chapters