CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan
Dari dalam inti, muncul denting lembut — satu, lalu dua, lalu seribu gema kecil seperti butiran hujan di kaca.
Nada itu membentuk pola, dan perlahan… menjadi melodi.
Melodi yang tidak asing bagi mereka.
“Itu…” Lyra menahan napas. “Nada yang dulu dimainkan Naya.”
Suara itu terus tumbuh.
Dari lantai, dari udara, dari hati mereka sendiri.
Rhea menutup mata — melihat ingatan masa lalu, ketika ia dan Rheana beradu di atas danau, ketika dunia hampir pecah, ketika Ryan dan Rachel memanggilnya dari cahaya.
Bab Populer