Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melinda

Melinda

jawab Melinda gemetar karena ia trauma dengan kejadian yang menimpa ke dua orang tuanya dahulu. Seluruh tubuh Melinda terasa lemas seketika mendengar kabar tersebut dan tanpa sadar ia jatuh terduduk di sopa ruang tamu tersebut dan handphone nya pun jatuh ke lantai.. Rian yang tadi menyusul istrinya karena perasaannya tak enak segera peluk istrinya di sopa tamu itu untuk menenangkan Melinda yang gemetarran dan seketika menangis dalam pelukan Rian.."ada apa sayang..siapa yang barusan menelepon..? Apa yang membuat kamu seperti ini..tenangkan dirimu aku ada di sini sayang.."ucap Rian pelan sambil peluk istrinya yang belum bisa tenangkan dirinya.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

"S-Sebelum Michael datang, kau ingat?" Anna terdiam sebentar lalu segera teringat oleh kata-katanya saat Brandon mengajaknya untuk mengulangi semuanya dari awal. 'Asal kau tau ya, sejak beberapa hari yang lalu, aku sudah—' Kalimat itu seketika terputar kembali dalam benak Anna. "Astaga bahkan Brandon masih mengingat ucapanku saat itu," pikir Anna dalam hati.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Setelah kebisingan sejenak, terdengar suara cemas dua orang anak yang mendesak. "Ayah, setelah makan kue ini, ayo kita foto keluarga bersama Tante Gisel." "Oke." Hati Maya berdenyut nyeri. Ponselnya terjatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping. Dalam keputusasaan yang tak bertepi, dia bagaikan perahu sebatang kara yang tenggelam ke dasar laut dalam. Perlahan, dia memejamkan mata.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Ibu Pengganti 1 Milyar Untuk Anak CEO

Ibu Pengganti 1 Milyar Untuk Anak CEO

Ia mendengar suara yang bergetar namun tegas, mengikatnya pada sebuah takdir yang tak dapat ia hindari. Suara itu menggaung di telinganya, membuat hatinya kosong. Di sekelilingnya, orang-orang tersenyum tanpa tahu luka di balik senyumannya. Melody merasa seperti patung, hanya menuruti takdir yang diputuskan untuknya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

Dari dalam inti, muncul denting lembut — satu, lalu dua, lalu seribu gema kecil seperti butiran hujan di kaca. Nada itu membentuk pola, dan perlahan… menjadi melodi. Melodi yang tidak asing bagi mereka. “Itu…” Lyra menahan napas. “Nada yang dulu dimainkan Naya.” Suara itu terus tumbuh. Dari lantai, dari udara, dari hati mereka sendiri. Rhea menutup mata — melihat ingatan masa lalu, ketika ia dan Rheana beradu di atas danau, ketika dunia hampir pecah, ketika Ryan dan Rachel memanggilnya dari cahaya.
897 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Selamat mendengarkan alunan indah dari Divje Babe. Aika tertegun. Gelombang aneh berbentuk melodi menusuk indera pendengarannya. Terdengar sangat lembut, tapi menusuk. Ia tidak tahu apa yang meronta dalam jiwanya. Kesedihan. Masa lalu. Memori. Harapan. Semua jadi satu. Dingin. Aika seolah terperangkap dalam dinginnya kesepian. Takut ditinggalkan.
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Puzzle Piece

Puzzle Piece

Dean menegakkan duduknya karena penasaran. “Iya, melodinya familiar banget di telinga gue. Trus tiap gue keinget melodinya, memori gue seperti terlempar pada suatu peristiwa yang bikin gue tenaaang banget, tapi gue gak tau itu nyata apa nggak.” “Memori kayak gimana?” “Hahaha ntar lo bilang gue halu.” “Gak apa, cerita aja.” ucap Dean semakin penasaran.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

Tapi, sekeras apa pun Melody berusaha tak ada yang mendengarkan. Melody mulai menangis terisak bukan main, berada dalam tempat yang gelap, sempit dan minim udara. Terasa begitu menyesakkan dan juga menyedihkan, berteriak sampai tenaga habis tak juga membuat orang lain datang. Malam dijalani Melody seorang diri, gelap tak ada apa pun. Entah sampai kapan dirinya akan seperti ini, dalam hati dia selalu mengucap doa supaya ada orang yang menemukan dia.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai melody of memories
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status