PELAYAN GENDUT TUAN SULTAN
“Sayang, jangan terlalu capek. Nanti kamu tidak punya waktu untuk diri sendiri.”
“Lho, semua yang kulakukan untuk diri sendiri, kok. Semua agar aku lebih baik, kan?” Aku menciumi punggung tangan Bunda untuk menunjukkan jika aku menjalani semua dengan sukacita.
“Yang penting kamu bahagia, Sayang.” Bunda membelai lagi kepalaku.
Aku mengangguk dengan senyum yang terus dihadiahkan untuk yang berulang tahun.
“Nah, yang penting kan, itu. Aku bahagia. Walaupun capek, kalau hati bahagia, tidur juga lelap, Bun.”