SANTET
Anwar melempar tanya.
"Buktinya ada!" Maemunah ikut menimpali, sambil terus bekerja memasukkan adonan mendoan ke wajan. "Namanya juga pembenci, mau sebaik apapun kita, kalau orang itu udah benci ke kita, ya pasti kita selalu salah di matanya. Seorang pembenci itu nggak butuh alasan kenapa dan mengapa. Karena masalahnya itu bukan di Niningnya, tapi di hati si pembenci itu! Mungkin dia nggak mau Nining dimiliki oleh orang lain, mangkanya Nining dibuat seperti itu, kasian," terang Maemunah. Ia merasa iba akan musibah yang menimpa keluarga Aji.
"Benar juga, kasian Nining cantik-cantik jadi seperti itu."
Hot Chapters