Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SELALU SALAH

SELALU SALAH

"Jadi betul kan? Gak mungkin juga, kucing bisa menghabiskan ayam dan sayur bersamaan. Lagian, di rumahku kan gak ada kucing." Mak Ida gelagapan. Namun, bukan Mak Ida namanya, kalau gak bisa menang. "Halah, cuma makanan aja, kamu gak ikhlas," akhirnya dia mengaku. "Biarin, sudah tahu aku gak ikhlas, main ambil saja. Itu jatah makan siangku."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Mereka menemukan kucing liar dan memperhatikan tingkah kucing yang sedang makan itu. “Nicho mau kucing?” tanya Aldric. “Mau.” “Nanti, kalau sudah besar, Uncle Al belikan kucing yang bagus. Tapi, harus dirawat sendiri.” “Iyah.” Nicho mengangguk. Matanya tak lepas memperhatikan kucing tersebut. Pengasuh Nicho datang dengan semangkuk makanan di tangannya. “Den Nicho makan dulu, ya.” Nicho sontak menggeleng. “Nicho mau cama Uncle Al.”
10117.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
GADIS PILIHAN CEO

GADIS PILIHAN CEO

Bangkit dari kursi, dengan langkah mengendap-endap aku berjalan menuju semak yang tak jauh dari tempat kami berada. Langkahku berhenti, memberi isyarat pada Nada untuk diam di tempat, lalu menyibak semak belukar itu cepat. Kucing? Kasihan sekali mereka dibuang di tempat yang sengaja tidak dilihat oleh orang lain. Aku memang banyak menemukan kejadian yang seperti ini. Kucing liar berkeliaran di mana-mana oleh pemiliknya dan mereka tak punya tempat pulang.
1030.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

“Yah, tidak ada. Aku hanya ingin mampir saja karena kebetulan lewat arah sini, jadi aku memutuskan untuk berbelok dan mampir sebentar sambil isitrahat. Sekalian juga aku ingin melihat si kucing imutku yang menggemaskan ini, uluuluuuu.. apa kabar sayan? Kamu sehat ‘kan? Apa?! kamu tidak dikasih makanan yang layak? Dasar!...” “Hey, hey. Kau jangan mengarang-ngarang. Aku paham dengan keanehan orang yang berbicara dengan hewan peliharaan, tapi imajinasimu sudah melampaui batas. Tau dari mana kau dia tidak kuberi makanan yang layak?.” ..(padahal memang benar, selama ini kucing itu hanya memakan sisa-sisa dari makanan Nera dan Gevan saja).
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

tanya Arga sambil berjongkok di depan Matari. Matari melihat si kucing liar yang tampak tak takut dengan Arga dan nyaman dielus-elus orang asing baru. “Eh, bukan. Ini salah satu kucing yang suka datang ke rumah dan kami kasih makan. Kamu suka kucing?” Arga mengangguk. “Suka banget. Cuma Ibu saya alergi sama kucing, jadi kami nggak boleh piara di rumah. Ya paling kaya kakak aja, sesekali kasih makan kucing liar.”
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Ibu menunjuk pada ikan asin yang ternyata tinggal sebiji, sebagian tercecer ke meja. “Oh, dimakan kucing kayaknya, Bu.” Aku menengok ke arah pintu depan yang tak tertutup rapat. Aku kenal betul si orange kucing tetangga. Dia paling tahu kalau rumah sedang tak dikunci dan akan mengambil kesempatan dalam kesempitan itu. Ibu berdecak lalu membereskan meja makan termasuk hendak mengangkat piringku. Ingin kularang, tapi selera makannya juga sudah hilang. Ya sudahlah, rejeki kucing lagi.
10261.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
CRAZY FOR LOVE

CRAZY FOR LOVE

Dia b**a-basi supaya yang tadi dia perbuat tidak diungkit. "Biasa, gue ngasih makan kucing-kucing liar di sini. Makanya sini tengok." Panji mengajak Kirana melompati rumput tinggi. Kirana menilik sebentar ke seberang rumput sebelum dia memutuskan menaikkan roknya dan melompati rumput tanpa malu. Jelas bisa dia lihat sekarang beberapa ekor kucing kampung tengah menikmati jamuan makan sisa pemberian Panji. Rupanya karena dialah kucing-kucing itu kerap datang. "Jadi ternyata lu nona kucing yang legendaris itu, harusnya tuan kucing, dong!" Kirana mencoba berkelakar.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Semua makanan ini berasal dari rumah makan milik Mbak Wulan. Sepertinya malam ini aku akan makan banyak lagi. Ku ambil tempat makan Lani, dua potong ayam bumbu sebesar lengan orang dewasa ku masukkan kepiring Lani. Lalu ku hidangkan kehadapan kucing kesayanganku itu, Lani makan dengan lahap, dia pasti sudah sangat kelaparan, tadi pagi aku menyediakan makanan 3 kali lipat lebih banyak dari biasanya, namun mungkin Lani memakan semuanya sekaligus. Kucing memang tidak bisa merancang masa depan. Ku tinggalkan Lani yang sedang makan, aku harus menyimpan semua pemberian Mbak Wulan, aku juga sudah sangat lapar, aroma makanan yang dimakan Lani membuat perutku semakin keroncongan.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

jelas Ruyu sambil mengamati pergerakan kucing tersebut. Xiaoli ikut mencondongkan tubuhnya ke depan. “Bagaimana kita memberi makan anak kucing ini, Nona?” Tubuhnya beralih menjadi bersandar pada kursi, kemudian tangannya terlipat di depan dada. “Sebenarnya cukup susah. Jika kita salah memberinya makan, bisa-bisa dia tidak bertahan lama.” Ruyu berpikir dahulu. Ia mencoba mengingat komposisi yang biasa digunakan dalam produk susu kucing miliknya. Dulu, ia pernah merawat kucing liar di sekolah bersama muridnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
Kaya sih, tapi Pelit!

Kaya sih, tapi Pelit!

jatah makan sendiri pun di embat orang. “Di sini tempatnya kucing liar, kamu tidak bisa hanya meratapi nasib,” perempuan semalam menarik piringku dan menyodorkannya. “Makanlah sebelum kamu kelaparan, kita tidak akan tahu kapan akan mendapat jatah makan lagi,” ucapnya.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai memberi makan kucing liar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status