Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!
“Kita membawa kembali kalajengking, bukan sebagai musuh, tetapi sebagai saksi dan kunci. Seekor kalajengking yang dipikat dengan obat pahit hingga sarafnya tegang dan racunnya menjadi terikat pada dirinya sendiri. Saat itu terjadi, kita menaruhnya di titik-titik yang paling rapuh pada tubuh korban; bukan untuk membunuh, tapi untuk memancing.
Dia menggigit, racun baru masuk, dan racun lama yang tersembunyi ikut bereaksi. Mereka saling tarik-menarik, saling mengeluarkan diri. Seperti dua nyala yang saling menyayat; salah satu harus padam agar yang lain bisa terlihat.”
Chun Mei menjatuhkan pandangannya pada Zi’er di balik jeruji, melihat tubuh yang gemetar, melihat napas yang terserak.
Bab Populer