KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aku minta maaf, Naira. Sungguh tadi di luar kuasa—“
“Pergi!“ Aku menjerit histeris dan berhasil membuatnya mengayunkan langkah, pergi dari hadapanku.
**
Usai menunaikan shalat magrib, kukirimkan beberapa foto pada grup. Foto dimana kedua sudut bibirku terluka dan sedikit berdarah, yang kuambil sesaat setelah Mas Hangga pergi. Sembari menunggu balasan, aku melipat mukena. Lalu menghela napas saat ponsel berdering.
“Lo dimana? Gue jemput sekarang,“ kata Meera.
“Jemput apaan, Meer?“ tanyaku bingung.
“Udah, Lo siap-siap aja. Gue jemput sekarang,“ jawabnya.
Hot Chapters